Surat Kades di Gresik, Nyaris Bentrok Ribuan Warga

GRESIK – Warga di dua kecamatan nyaris adu jotos lantaran penutupan jalan. Surat Kades di Gresik, nyaris picu bentrok ribuan warga.

Dalam surat tersebut disebutkan adanya larangan warga salah satu desa di pasar. Surat itu kemudian memantik emosi warga lainnya hingga kemudian berkumpul dan nyaris berkelahi.

Bahkan ada ribuan warga yang kemudian turun terliat protes yang dilakukan.

Peristiwa itu kemudian berujung pada penutupan akses jalan. Tentu saja kondisinya menjadi semakin panas.

Kisruh terjadi antara warga Kecamatan Manyar dan Kecamatan Bungah. Mereka turun ke jalan. Massa kedua kubu sempat bersitegang, adu mulut bahkan nyaris adu jotos.

Total ada ribuan warga Desa Karangrejo Kecamatan Manyar turun ke jalan menutup akses jalan desa yang menghubungkan Kecamatan Manyar dengan tiga desa di Pulau Mengare Kecamatan Bungah itu.

Penyebabnya adalah surat Kepala Desa Sembayat, Kecamatan Manyar yang dinilai diskriminatif karena melarang warga Desa Karangrejo berjualan di pasar Desa Sembayat. Hal ini membuat warga di dua kecamatan bersitegang.

Ribuan warga Desa Karangrejo turun ke jalan dan menutup akses jalan desa sejak pukul 10.00 WIB menggunakan bambu.

Kondisi makin memanas saat warga tiga desa di Kecamatan Bungah, yakni Desa Kramat, Desa Tanjungwidoro dan Desa Watuagung hendak keluar desa karena tidak bisa melintas.

Bahkan, warga asal dua Kecamatan itu sempat bersitegang sebelum akhirnya di mediasi oleh aparat keamanan. Beruntung tidak ada aksi main hakim sendiri dalam insiden tersebut.

Dipicu Penutupan Jalan

Koordinator warga Karangrejo, Karim mengaku, merasa diperlakukan tidak adil oleh desa sekitar. Penyebabnya karena ada warga desanya yang positif Covid-19 sehingga ditanggapi berlebihan dengan menutup akses jalan. Aktivitas warga jelas terganggu.

“Jika maunya seperti itu kami juga bisa menutup seluruh akses yang berada di desa kami,” ucapnya.

Kondisi semakin memanas, warga Mengare berusaha memanggil massa agar semakin banyak yang turun ke jalan. Beruntung aksi saling tutup akses jalan berhasil diredam, setelah Forkopimka Kecamatan Manyar datang dan melakukan mediasi kepada warga.

Kepala Desa Karangrejo, Fatkhul Alim meminta agar desa-desa lain di wilayah Manyar dan Bungah tidak mengucilkan warga desanya. Bahkan ada beberapa desa yang menutup akses masuk bagi warganya.

“Saya minta agar Pemkab Gresik memanggil para kepala desa. Sebab ini sudah terlalu berlebihan apalagi sampai ada desa yang melarang warga kami berjualan,” katanya.

Selama tiga jam aksi warga saling tutup jalan ini.

Kepala Desa Sembayat, Saudil meminta warga Desa Karangrejo agar tidak salah paham dalam menafsirkan surat yang diterbitkan Pemdes Sembayat. Pihaknya hanya mengimbau agar tidak berjualan saat ini hingga beberapa hari.

“Kami hanya mengimbau bukan melarang,” tegas Saudil.

Baca Juga : BLT Dana Desa Naik dan Jadi 6 Bulan, Ini Ketentuannya

Menanggapi hal ini, Camat Manyar, Moh Nadlelah meminta agar akses jalan desa dibuka. Dia juga berharap tidak ada Pemdes di Kecamatan Manyar menerbitkan kebijakan yang membawa dampak perekonomian kepada masyarakat.

Sebab, kebijakan Pemdes Sembayat ini bertentangan dengan Perbup sampai melarang aktivitas berjualan warga.

“Solusinya satu dicabut,” kata dia.

DPRD Gresik

Nyaris bentrok kedua massa desa Karangrejo dan desa Sembayat di pintu masuk Desa Karangrejo. (Willy Abraham) Anggota Komisi III DPRD Gresik, Syahrul Munir memberikan masukan. Warga Desa Karangrejo yang berprofesi sebagai pedagang yang berjualan di desa lain harus membawa surat keterangan sehat dari puskesmas. Tujuannya, agar tidak ada kecurigaan antarwarga.

“Alhamdulilah semua sudah sepakat demi kenyamanan bersama,” pungkasnya dilansir Tribunnews

Setelah kepala desa dan koordinator sepakat maka aksi saling tutup jalan yang berlangsung selama tiga jam ini berakhir damai. Warga membuka kembali akses jalan. Batang bambu yang menutup jalan disingkirkan. Warga di dua kecamatan ini kembali beraktifitas.

Baca Juga : Ricuh BLT, Kantor Desa Air Batu di Merangin Diamuk Massa

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube