Tuna Netra Tak Tersentuh Bantuan Covid-19, Prangkat Desa Jadi Sorotan

MERANGIN – Seorang pria Tuna Netra di Desa Simpang Limbur Merangin, kabarnya tak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah, sejak masa Pandemi Covid-19 ini. Kades dan perangkat desa pun jadi sorotan warga setempat.

Bagaimana tidak, warga yang menilai bahwa seharusnya pria yang memasuki usia paruh baya ini, lebih diperhatikan oleh pemerintah desa setempat. Apalagi, dengan keterbatasan pisik yang kini disandangnya.

Baca juga : Bantuan Covid-19 Dari Pemerintah, Jadi Polemik di Merangin

Menurut warga setempat, bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, belum pernah tersentuh oleh penyandang tuna netra tersebut.

Tak ayal, Kepala Desa dan perangkat yang lainnya seperti RT, Kepala Dusun, dan BPD Desa Simpang Limbur Merangin jadi sorotan masyarakat sekitar.

Mengingat, setidaknya dari sekian banyak bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah, dapat diberikan kepada tuna netra tersebut.

Hal ini bahkan juga tengah heboh di media sosial Facebook.

Seperti sebuah foto yang posting oleh akun Facebook @Mahmud Ank Bnten, di sebuah Grup KABAR MERANGIN.

Dalam postingan yang mengunggah foto pengandang tuna netra tersebut, dituliskan bahwa pria itu tidak pernah menerima apapun, bantuan Covid-19 dari pemerintah.

Mulai dari, Bantuan PKH, BNPT, BLT, Bansos dan yang lainnya. Sehingga akun FB itu mempertanyakan, apakah tuna netra tersebut tak berhak menerimanya.

Untuk itu, dirinya pun berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Merangin, dan Dinas Sosial dapat membantunya pria tersebut, dan mendengar keluhan dari masyarakat setempat.

“Rt 1 dsun simpang Rio, desa simpang limbur merangin kecamatan pamenang barat, seorang bpak tuna netra (buta) tida pernah menerima bantuan apapun dri pemerintah, Baek dna PKH, bnpt maupun blt, apakah bapak ini tidak pantas ataw tidak berhak untuk menerimanya, semoga aja bpak bupati ataupun bpak dinas sosial mendengar kn keluhan kami,” tulisnya.

Melihat postingan tersebut, para Warganet pun mendadak heboh, dengan berbagai komentar yang dilontarkan yang hampir keseluruhan, perangkat desa jadi sorotan.

Tanggapan Warganet

Seperti yang dikatakan oleh akun @Dian_Fuji bahwa saat ini, banyak bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah itu, tidak tepat sasaran.

“Sekarang bantuan banyak yang salah sasaran,” tulisnya di kolom komentar.

Selanjutnya, disambung oleh akun @Karni Mexa Karni Mexa yang menyebutkan bahwa mungkin prangkat desa setempat, bukanlah sanak familinya.

“Mungkin prangkat desa bukan sanak familinya… Bukan kah begitu????,” komentarnya.

Selain itu, ada pula akun @Muhammad Raffa yang bilang, kalau perangkat desa hanya mikir kantong sendiri.

“Karena prangkat desa nya mikir kantong sendiri….” Sebutnya di kolom komentar.

Tak hanya itu, hak yang sama juga sampaikan akun @Rasuli Andri Sule Sule. Dimana ia membeberkan bahwa seharusnya Pemerintah Desa, RT, KADUS harus jemput bola ke bawah. Yakni dengan cara minta KK sama warganya.

“Pemerintah Desa RT, KADUS harus jemput bola kebawah, artinya dia yg minta KK pada warga. Jgn mau honor aj bis.. sungguh terlalu,” ujarnya.

Begitu pun yang di komentar oleh aku @Suryadi West, yang menyebut bahwa perangkat desa dalam melakukan pendataan asal-asalan, dan tidak teliti. Sehingga, semuanya tidak terdata dengan baik.

“Berarti perangkat desanya asal tembak saja… Moga kedepan pendataannya lebih jeli dan teliti… 🙏🏼🙏🏼🙏🏼 Bila salah kata,” ungkapnya.

Hingga saat ini, postingan yang upload sekitar pukul 23.21 itu, memiliki 430 suka tersebut masih terus ditanggapi oleh Warganet, dengan komentar-komentarnya. (Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033