TANJABBAR – Kondisi jembatan yang menjadi akses antar Rukun Tetangga (RT), di Tanjabbar kini semakin tak menentu. Selain lantainya yang mulai lapuk, jalan antar RT ini nyaris ambruk ketika dilewati oleh masyarakat.
Tak ayal, kondisi ini membuat warga setempat mengeluh, karena bangunannya yang sudah lama, tak pernah di perbaiki oleh pemerintah.
Jembatan yang berada di wilayah desa Tungkal V Kecamatan Seberang kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini kerap dilewati oleh anak-anak. Sementara sebagian lantainya sudah ada yang patah.
Baca juga : Sering Makan Korban, Oprit Jembatan Ini Membahayakan
Pantauan di lapangan, terlihat beberapa bagian bangunan jembatan tersebut sudah ada yang di ikat dengan seutas tali seadanya.
Hal ini untuk menjaga, agar jembatan tidak ambruk saat dilewati, terutama bagi anak-anak sekolah.
Dikatakan oleh Ajeng, salah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di desa setempat, bahwa ia bersama teman sebayanya selalu melintas di jembatan ini setiap kali pergi dan pulang dari sekolah.
Dirinya juga mengaku kawatir, dan was-was, apabila mau melintas di atas jembatan tersebut.
Kata dia, apabila tidak hati-hati bisa berakibat jatuh, dan terjebur kedalam sungai.
“Kita bersama teman lain sangat berharap pemerintah segera memperbaikinya, untuk membangun jembatan secara permanen. Agar nyaman saat melintas, dan tidak merasa takut lagi saat melintas,” ungkapnya.
Tak Pernah Disentuh Pemerintah
Hal senada juga dikatakan Heru, warga setempat bahwa jembatan ini sudah belasan tahun tidak mendapatkan perbaikan dari pemerintah, bahkan dirinya dan perangkat desa sering terjatuh saat melewatinya.
“Jembatan utama di desa kita ini memang cukup memprihatinkan, dan nyaris ambruk sekarang ini tinggal menunggu waktu saja kapan bangunannya akan runtuh,” bebernya.
Lihat juga video : WNI asal Jambi
Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah agar lebih peduli, dengan kondisi bangunan jembatan yang berada di Tungkal V Kecamatan Seberang Kota ini.
“Karena ini kan akses yang sangat vital buat masyarakat di desa ini, jembatan penghubung menuju RT sebelah. Kita minta dibangun secara permanen lah,” pintanya.
Dirinya menyebut, sejak di bangun pada tahun 2008 lalu, belum pernah disentuh oleh pemerintah. Bukitnya, sudah belasan tahun tidak pernah mendapat perbaikan, layaknya seperti desa yang ada di kecamatan lainnya.
Tak hanya itu, kondisi jembatan yang sangat memperhatikan ini, membuat banyak warga yang terjatuh ketika melewatinya.
“Yang jelas sudah banyak korban yang jatuh di jembatan ini. Harapan kita ke pemerintah kalau bisa di bangunlah, jembatan ini untuk mempermudah akses warga. Terutama anak sekolah sering lewat sini,” tuturnya. (Hry)
