BISNIS DINAMIKA – Harga emas hari ini, Sabtu (22/02/2020) mengejutkan. Berturut-turut dalam pekan ini, harga emas cetak rekor sepanjang masa. Kenaikan dipicu 2 masalah ekonomi global
Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menguat hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada hari ini. Harga emas dunia yang melesat dalam 4 hari terakhir turut membawa harga emas Antam naik.
Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM – Pulo Gadung di situs logammulia.com milik Antam, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram naik menjadi Rp 75,5 juta juta per batang atau 755.000/gram, naik Rp 11.000/gram atau 1,48% dibandingkan Jumat kemarin.
Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, rekor harga tertinggi sepanjang dicapai pada 8 Januari lalu Rp 75 juta atau Rp 750.000/gram.
Sepanjang pekan ini, dilansir CnbcIndonesia.com, harga emas Antam naik Rp 24.000/gram atau 3,28%. Sementara harga emas dunia naik 3,68% ke US$ 1.643,31/troy ons, yang merupakan level tertinggi dalam 7 tahun terakhir, tepatnya sejak 14 Februari 2013.
Pemicu Kenaikan Harga Emas Pekan Ini
Kenaikan harga emas dunia dipicu oleh kecemasan akan pelambatan ekonomi China yang dipicu oleh wabah virus corona atau Covid-19.
Pelambatan ekonomi Negeri Tiongkok tersebut dapat memicu pelambatan ekonomi global, bahkan beberapa negara seperti Singapura, Jerman, dan Jepang berisiko mengalami resesi.
Akibatnya para investor mengalihkan investasinya ke aset-aset aman (safe haven) seperti emas, dan harganya pun kembali melesat.
Baca Juga : Harga Emas Turun, Dipicu Virus Corona
Baca Juga : Dugaan Pungli, Kadisdik Merangin Kumpulkan Kepsek SePamenang
Selain harga emas dunia, pergerakan rupiah juga mempengaruhi harga emas Antam. Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, ketika kurs rupiah melemah, maka harga emas dunia akan menjadi lebih mahal. Dampaknya, harga emas Antam terkerek naik.
Kinerja rupiah kurang bagus di pekan ini, hanya menguat di awal pekan, kemudian membukukan pelemahan 4 hari beruntun. Total sepanjang pekan ini Mata Uang Garuda melemah 0,66%, mengakhiri perdagangan Jumat kemarin di Rp 13.760/US$.
