KOTA JAMBI – Gubernur Jambi, Zumi Zola menjenguk 3 bocah malang pengidap Talesemia yakni Ratna Bella Savitri (14), Rizky Dwienriyas (13), Hana Aliyah (3) anak dari pasangan suami istri Endang Supriatna (44) dan Rita Hartati (36) di Jalan Yulius RT 22 Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura Jum’at (16/6).
Dalam agenda itu, Gubernur didampingi oleh pihak Dinas Kesehatan Provinsi serta dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi.
Dikatakan Zola usai menjenguk pada dinamikajambi.com, dirinya mendapatkan informasi bahwasannya ada 3 orang anak yang secara rutin harus mendapatkan pelayanan kesehatan, dan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Raden Mattaher telah menurunkan tim medis.
Hal itu dilakukan guna melakukan pengecekan kondisi 3 orang anak tersebut, dan kita telah memberikan bantuan kesehatan. Selain itu Pemprov Jambi akan berupaya membantu dalam segi kelayakan tempat tinggal.
“Kita Pemrov, Dinas Kesehatan dan RSUD Raden Mattaher siap membantu ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Tambah Zola, mengingat akan kebutuhan darah secara berkala, Zola menghimbau kepada Palang Merah Indonesia (PMI) agar dapat melayani secara maksimal. Disampaikan Zola, pelayanan akan kebutuhan transfusi darah ini tidak sekedar dirasakan di 3 anak ini saja, tetapi masih banyak di luar sana yang juga membutuhkan.
“PMI memang harus maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Di tempat berbeda Rita yang merupakan ibu dari tiga orang bocah malang itu mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta kepedulian Gubernur akan penderitaan yang di dirasakannya. Namun Ia berharap, Pemerintah dapat memberikan bantuan berupa tempat tinggal.
Pasalnya, tempat tinggal yang selama ini di huninya merupakan milik orang lain yang dirinya berserta keluarga hanya diberikan tumpangan saja, dengan kondisi kepemilikan atas tempat yang ia tumpangi itu tengah mengalami masalah membuat dirinya beserta keluarga khawatir.
Sebab, dengan pekerjaan suaminya saat ini yang sebagai sopir dan harus menghidupi 3 orang anak yang secara rutin menjalani pengobatan, dirasa tidak akan sanggup untuk memiliki tempat tinggal yang layak.
“Semoga pak Gubernur bisa memberikan kami tempat tinggal yang layak,” harapnya.(Wan)
