Blak-blakan Soal Wakil Jelang Pilgub, Pengamat : Hati-Hati

JAMBI – Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020 mendatang, tampaknya sudah mulai bermunculan nama-nama para Bakal Calon (Balon) yang diisukan dalam perhelatan pesta demokrasi terbesar di Provinsi Jambi tersebut.

Seperti halnya yang mencuat saat ini, dimana Bupati Sarolangun, H. Cek Endra blak-blakan menyebut sudah meminang Sukandar, yang saat ini tengah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Tebo. Begitu pun sebaliknya.

Disamping itu, Nama Bupati Merangin, Al Haris pun juga acap kali digadang-gadangkan,  akan berpasangan dengan mantan Wakil Walikota Jambi, yakni Abdullah Sani.

Menanggapi kabar tersebut, membuat beberapa pengamat Politik Jambi,  memberikan berbagai komentar. Salah satunya, yakni Navarin Karim.

Pengamat yang juga merupakan Dosen Fisipol Universitas Jambi (UNJA) itu, mengatakan bahwa perpaduan dua pasangan Bakal Calon antara HCE-Sukandar, dan Haris-Sani sangat berpengaruh saat perhelatan Pilgub Jambi mendatang.

Menurutnya, suku Jawa memang memberikan kontribusi besar dalam meraup suara, pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pilpres.

Karena suku Jawa dikenal, dengan perpaduan masyarakat yang kompak, dan komit terhadap satu pilihan, apalagi figur balon tersebut memiliki pengaruh yang besar ditengah masyarakat.

“Suku Jawa memang bagus, mereka kompak pada satu pilihan,” kata Navarin saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com melalui selulernya, Senin (16/12/2019) sore.

Meski demikian, Ia mengingatkan kepada para Balon, agar hati-hati. Karena, dalam suku Jawa memiliki istilah, dimana yang berpengaruh itu lah yang akan diikuti.

“Keduanya cukup berpengaruh, tapi hati-hati karena suku di suku jawa ada istilah siapa yang berpengaruh itu yang di ikuti. Itu yang harus hati-hati dalam memilih wakil,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, siapa saja calon yang muncul di kota harus di kuasai. Karena kota akan berpengaruh terhadap Kabupaten/kota yang ada di Jambi.

Di sisi lain, saat ditanyakan apakah langkah kedua Kepala ini, terlalu gegabah dalam mendeklarasikan siapa yang akan menjadi wakilnya ?

Navarin menyebut, bawa langkah tersebut tidak salah, malah hal itu lebih baik. Karena menurutnya, semakin cepat maka akan lebih menguntungkan para calon. Terutama, dalam persoalan sosialisasi kepada masyarakat.

“Semuanya bisa mendapatkan informasi. Tetapi tidak merupakan kemutlakan juga, seperti kasus Ivan Wirata pada pilkada Muaro Jambi dulu,” sebutnya. (Paw)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033