TANJABBAR – Dampak dari proyek peningkatan jaringan irigasi rawa dalam pekerjaan pembangunan sheet file dan pintu air oleh PT Bagas Yodya Persada disamping Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, mengakibatkan puluhan hektar lahan perkebunan warga ditiga RT di kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir dalam tiga bulan ini teredam banjir dan membuat hasil perkebunan mereka sudah mulai mati.
Seperti yan diketahui proyek yang menelan dana puluhan milyar tersebut, saat membuat bendungan sementara menghambat arus air yang keluar dari kebun warga.
Warga menilai anggaran pembuatan pintu air, yang menelan dana hingga 14,4 milyar akan berdampak buruk bagi lahan perkebunan kelapa di sekitarnya.
Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Tanjabbar H. Sjafril Simamora saat melihat langsung bendungan sementara yang dibuat pihak kontraktor, meminta agar secepatnya dibuka.
“Saya sangat kaget setelah melihat kondisi perkebunan kelapa dan pinang warga ini, yang tenggelam dampak dari bendungan aliran Parit utama.” Kata Sjafril.
Pria yang akrab disapa Ucok Mora menyebut awalnya dirinya tidak menduga kejadian banjir yang melanda kebun masyarakat sampai separah ini.
“Awalnya saya hanya mendapatkan kabar dari orang, karena kita belum melihat kelapangan. Bahwa ada kebun masyarakat mengalami kebanjiran akibat ada pembangunan proyek. Akan tetapi setelah dipanggil masyarakat untuk menyaksikan langsung ini sangat luar biasa,” Ujar Ucok.
Kata dia, Dengan adanya pembangunan pemerintah, tetapi dampaknya merusak perkebunan masyarakat. Namun dirinya menilai belum mengetahui dalam hal ini siapa yang salah.
” Kalau menurut pikiran saya ini kajiannya yang kurang,” Ungkapnya.
Politisi PAN ini menuturkan, Maka dari itu dengan turun dirinya kelapangan serta bertemu dengan masyarakat. Permasalahan nya bisa dilihat langsung dan permasalahan ini akan ia bawah ke DPRD akan dikaji untuk dipelajari.
“Setelah dipelajari saya akan panggil semua ketua setiap komisi untuk secepat mungkin menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.
Dirinya saat disinggung adanya dugaan pembangunan bendungan yang ada Disamping kantor bupati. Sehingga air tidak bisa mengalir akan kah dewan akan segera mendesak pihak kontraktor untuk membuka bendungan supaya air yang tergenang bisa normal mengalir.
Kata Ucok, dirinya sudah memerintahkan serta mendesak pihak dinas PUPR Tanjabbar, dengan memberikan waktu dalam satu Minggu supaya membuka bendungan tersebut.
“Jangan sempat ini berlarut-larut, jangan sampai banjir nya lebih dalam lagi. Makanya saya katakan akan saya kaji untuk dipelajari, apa dampak sungai dibendung oleh pihak rekanan, apakah mereka telah konsultasi dengan pihak PU, kita sejauh ini belum tau.” Sebutnya.
“Yang jelas kita akan memanggil secara resmi pihak rekanan, baik itu PU maupun pihak terkait, baru nanti dipanggil komisi -komisi yang berkaitan permasalahan ini. Disitukan kalau ia pihak PU mungkin itu komisi III, perkebunan komisi II dan dampak hukum nya itu komisi I, setelah itu kita akan lakukan rapat gabungan dalam penyelesaian terhadap dampak yang terjadi dimasyarakat saat.” Tutup Ucok Mora.
Sementara itu, terkait hal ini, Parto Pengawas proyek pengerjaan sheet file dan pintu air PT Bagas Yodya Persada mengatakan, pihaknya berjanji bakal segera membuka bendungan sementara tersebut.
“Berhubung pembangunannya akan segera selesai, dalam Minggu Ini bendungan nya segera kita buka. Namun kita mau bersih- bersih dulu masalah sampah- sampah yang ada didalam bendungan ini untuk diangkat keluar.” Ungkap Parto.(hry)
