Apakah Mundurnya Sekda Akan Berdampak Bagi Fachrori di Pilgub?

JAMBI – Kabar mundurnya H. M. Dianto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, sepertinya meninggalkan berbagai asumsi dikalangan Tokoh masyarakat di Provinsi Jambi.

Bagaimana tidak, mundurnya Dianto yang juga sudah dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi, seakan menjadi gambaran yang jelas mengenai kabar tersebut.

Tak ayal, kabar itu pun terus berkembang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Sebagaimana yang diketahui, beberapa waktu lalu, seorang pengamat sekaligus akademisi UIN STS Jambi, Bahren Nurdin menilai mundurnya M. Dianto sebagai Sekda Provinsi Jambi, adalah suatu gambaran bahwa adanya ketidak harmonisan dan kesepahaman antara Dianto dan Gubernur.

Dirinya mengatakan sejak ditangkapnya mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkifki beberapa waktu lalu, keadaan Jambi semakin kacau. Apalagi keadaan yang terjadi saat ini, dimana sama-sama tahu hubungan antara Legislatif dan Eksekutif mulai tidak begitu harmonis, ditambah lagi timbulnya kabar M. Dianto memundurkan diri sebagai sekda.

“Saya rasa Jambi sangat kacau di periode ini,” kata Bahren beberapa waktu lalu.

Sementara itu, hal berbeda disampaikan mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Idham Khalid pada Dinamikajambi.com, pada Jumat  malam (15/11/2019).

Dirinya mengatakan, Sekda itu adalah jenjang karir paling tinggi bagi seorang ASN. Jadi, aneh jika mundurnya Sekda adalah tanggung jawab Gubernur.

Idham juga menjelaskan, Sekda bukanlah pejabat yang harus di ajari oleh Gubernur tentang arti dari Tata Kelola Administrasi Pemerintahan, Koordinasi, Loyalitas dan sebagainya, Sekda bukan ASN yang harus dibina, melainkan Pembina.

“Maka cukup aneh jika ada yang berpendapat mundurnya Sekda adalah tanggung jawab Gubernur. Logikanya terbalik, tugas Sekda melayani Gubernur dalam mengelola pemerintahan bukan sebaliknya, agar saudara Bahren Nurdin tidak gagal paham,” bilangnya.

Lalu bagaimana dengan popularitas Fachrori Umar, yang saat ini digadang-gadangkan akan mengikuti kompetisi pemilihan Gubernur Jambi mendatang pasca kabar mundurnya  M.a Dianto. Akan berdampak kah baginya (Fachrori)?

Menanggapi hal tersebut, Bahren Nurdin selaku pengamat Politik Jambi kembali memberikan komentar. Dirinya menyebut bahwa masyarakat yang cerdas dirasa cukup paham, dalam melihat sendiri bagaimana kondisi kepemerintahan Jambi yang sangat kacau saat ini.

“Saya tidak bilang ini akan berdampak pada sosok Fachrori yang ingin maju di Pilgub, akan tetapi saya rasa masyarakat yang paham pasti bisa menilai bagaimana situasi kepemerintahan Provinsi Jambi saat ini,” ujar Bahren.

Apakah itu artinya akan menutup harapan Fachrori untuk memperoleh elektabilitas di Pilgub mendatang ?

Bahren menyebut bahwa hal itu terlalu jauh untuk dibicarakan  tetapi dsekarang. Akan tetapi dengan melihat kondisi yang terjadi saat ini, paling tidak itu bisa dijadikan gambaran bagaimana kepemimpinan Fachrori Umar selaku Gubernur Jambi.

“Kalau itu terlalu jauh. Tapi paling tidak itu salah satu indikasi suatu kegagalan Fachrori dalam memimpin Jambi,” singkat Bahren seraya menutupi pembicaraan. (Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033