Soal TNKS, Bohok : Tidak Ada Alasan Lagi Aparat Berdiam Diri

BANGKO – Miris. Itulah ungkapan tokoh pemuda Luhak 16 terkait penjualan hutan TNKS oleh warga yang tengah menjadi pembicaraan publik. Bagaimana tidak, sebagai generasi penerus, pemuda tentunya bakal menerima dampak secara tidak langsung terkait hutan Negara itu.

Seperti salah satunya yang diungkapkan Hasan Mabruri atau kerap disapa Bohok menjawab media online ini. Bilang Bohok, jual beli lahan di kawasan Desa Sungai Lalang perbatasan Kecamatan Jangkat, tentu mengkhawatirkann generasi penerus.

“Kita minta aparat tidak lagi menutup mata. Beri tindakan. Sudah tidak ada alasan lagi bagi aparat untuk berdiam diri,” kecam Bohok melalui telepon selulernya.

Bila aparat berdiam diri, sambungnya, berarti aparat melakukan pembiaran. Bukan tak mungkin, nilainya, bila aparat disebut ikut bermain. Bilang Sekretaris KNPI Provinsi Jambi itu, akibat dari pembukaan hutan Negara yang sejatinya harus dilindungi itu, dapat dilihat dari gundulnya hutan di kawasan itu.

“Saya memang tidak melakukan hitungan khusus. Tapi, bisa dilihat bagaimana kawasan hutan ini sudah begitu terbuka lebar. Hanya menyisakan beberapa pohon di depan. Dibelakangnya itu sudah habis. 4-5 tahun terakhir, perambahan ini semakin meningkat. Bagaimana kami tidak khawatir, ini bakal menciptakan bencana,” bebernya.

Ia berharap pula pada pemerintah daerah untuk segera memberikan tindakan. Pasalnya, Bohok menyebutkan bila mayoritas masyarakat Luhak 16 mengantungkan hidup dari hutan ini.

“Karena hutan ini sebagai penyangga kehidupan. Baik untuk pemenuhan kebutuhan dan keberlangsungan hidup, juga untuk kebutuhan air,” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *