SAROLANGUN – Terkait Polemik adanya kincir angin raksasa dan juga roda putar dari Pasar Malam berdiri di kawasan Masjid Al-sulthon, menuai pro dan kontra di tengah kalangan masyarakat Sarolangun. Terlebih di media sosial Facebook yakni Group Forum Diskusi Sarolangun (Fordisa) dan beberapa status milik netizen lainnya.
Mengenai perihal itu, Ketua Panitian Kampung Ramadhan Zulhitmi M.Pdi angkat bicara dan mengatakan, adanya pasar malam tersebut memang sengaja didatangkan di kawasan Masjid Al Sulthon dengan tujuan tertentu, yakni untuk meramaikan Masjid kubah Mas.
“Kampung Ramadhan bukan hanya sebatas wisata kuliner saja, tapi di Kampung Ramadhan ini ada sembilan kegiatan, salah satunya kuliner tadi dan juga ada perlombaan yang sifatnya islami,” ungkap Zulhitmi.
Sisi lain, kata Zul, pihaknya sengaja hadirkan bazar dalam kontek ada pasar malam. Dimana sebelum mereka masuk sudah dilakukan identifikasi semua jenis kegiatan dan permainan.
“Ada 6 jenis permainan itu standar untuk anak-anak, ada tong stand, kuda putar, perahu layar, kuncir angkasa, pancingan anak anak, odong odong, pop ice, Pop Corn dan aksesoris,” tegas Zulhitmi.
Dengan keberadaan mereka (Pihak Pasar Malam) juga merupakan bagian dari Kampung Ramadhan yang membawa berkah, kegiatan lainnya seperti buka puasa bersama baik itu dengan musafir dan anak yatim, panahan dan berkuda, namun ini belum berjalan.
Oleh karna itu Zulhitmi meminta seraya menghimbau kepada semua lapisan masyarakat harus berpikir positif dengan kegiatan yang ada di Kampung Ramadhan.
“Yang belum tau mohon untuk d pahami secara utuh, mengenai opini publik itu sah-sah saja karena itu merupakan suatu pendapat, karena konotasi Pasar Malam itu jelek, semoga dengan mereka (tim pasar malam,red) bersama kita bisa kembali kepada kegiatan yang positif,” pungkasnya
Kendati demikian, ia berharap pada pihak pasar malam untuk betul betul seseuai dengan komitmen menjaga kesucian masjid dan juga kebersihan dan marwahnya Kampung Ramadhan ini.
“Sampai hari ini kami tidak pernah memungut biaya dari mereka sepeserpun, karena tujuan kita menghadirkan mereka ini untuk meramaikan kampung ramadhan, bahkan nanti kami akan memfasilitasi dari sisi penerangan dan tempat MCK mereka,” katanya.
Saat disingung seperti apa jadwal pihak pasar malam beroperasi, Zulhitmi mengatakan bahwa Jadwalnya sudah ditentukan dan sudah disepakati bersama antara pihak Pasar Malam dan panitia Kampung Ramadhan.
“Jadwal mereka ini, siang menjelang buka puasa dan malam setelah tarawih. Yang kami kaji ini masalah MCK mereka dan kami sudah koordinasi dengan pihak pengurus masjid dan PDAM untuk menambah air,” bebernya
Sementara itu H.Pahrul Toni mengatakan dengan keberadaan pasar malam tersebut tidak menganggu warga yang sedang beramal.
“Saya tadarusan disini (Al-sulthon) sampai larut malam, tidak ada suara kebisingan yang berasal dari pasar malam itu, musik yang seperti biasa gunakan sewaktu di Pasar Malam pada umumnya tidak di hidupkan. Artinya mereka tau tempat dimana mereka tegak, andai kata ada suara musik ketika mereka beroperasi, saya orang yang paling didepan untuk meminta mereka pergi, tapi ini tidak,” tandasnya (Ajk)
