MUARO JAMBI – Progam unggulan Bupati Muaro Jambi, Gerakan Sapu Lubang (GSL) terus bergerak. Kali ini, warga Bahar lega, karena program GSL yang menyapu jalan berlumpur dan berlubang di kawasan ini.
Bukan berlebihan, kerusakan jalan sangat diharapkan mendapatkan perbaikan. Apalagi, saat ini memasuki musim penghujan. Tentu saja, kondisi jalan semakin membuat was-was warga, apalagi kendaraan untuk memuat hasil perkebunan sawit.
Penantian hingga September lalu, akhirnya berbuah hasil. Pasalnya, GSL mulai menyapu jalan utama yang dilalui ribuan warga di 3 desa yang berada di unit 3, 4, 5 dan 10.
Perbaikan dimulai pada awal Oktober lalu, dimana alat berat milik Dinas PUPR Muaro Jambi meratakan dan memasarkan ruas jalan yang parah-parah. Hal ini disampaikan Suryanto, warga Sungai Bahar yang sudah menetap di wilayah ini selama 20 tahun.
“Kami kira hanya di greder aja, ternyata ditimbun juga dengan material batu adukan,” tutur Suryanto.
Menurut Kepala Desa Panca Mulia, Ahmad Barizi, proyek GSL ini perlu dilanjutkan dan kalau bisa di tahun depan, ditambah anggarannya.
“Panjang jalan yang bisa di tangani dan saya lihat dengan uang ngak begitu banyak, tapi jalan yang dikerjakan bisa cukup panjang. Kalau, kalau mau di rigit beton semua jalan muaro jambi ini, pasti anggarannya tidak kuat,” kata Kades.

Bastari selaku PPTK Proyek GSL ini saat di wawancarai Dinamika Jambi menjelaskan bahwa, proyek ini pada prinsipnya swakelola dan rekanan
hanya menyediakan matrial sampai ke lokasi yang dikerjakan. Lokasi ini, sesuai usulan desa dan diketahui camat
“Namun kami juga melihat skala prioritas apalagi di musim hujan ini akan banyak ruas-ruas jalan kita yang krodit dan bahkan sampai putus. Namun kami akan
maksimalkan sesuai kemampuan alat kita yang emang cendrung terbatas. Doa kan saja tahun depan kita dapat tambahan alat baru lagi, agar kita lebih cepat menangani keluhan keluhan warga yang sifatnya urgen dan sementara,” pungkasnya. (*)
