JAMBI – Nasib seseorang tidak ada yang tau. Lika-liku jalan kehidupan, cukup sudah dirasakan Bagus Hadi Asta, pria dari Tebo ini. Kini, Ia sedang menikmati perjalanan hidup dengan pendapatan menggiurkan.
Bagus tengah mantap dengan usahanya yang berada di Jalan Raden Wijaya, kawasan Kebun Kopi ini, dengan penghasilan belasan bahkan puluhan juta.
Awalnya, owner Enter.com ini datang ke Kota Jambi hanya membawa uang sebesar Rp 32 ribu. Uang itu, hanya cukup untuk rokok dan minuman kaleng. Selama 24 jam ia tidak mencicipi sesendok nasi sedikit pun. Ia terus saja mencari kerja. Bahkan jadi kuli bangunan pun digarapnya.
Dikatakannya, pertama kali di Jambi tak seorang pun yang ia kenal. Dirinya sambil berjalan kaki mencari pekerjaan, hingga akhirnya bertemu dengan seseorang yang bisa di jadikannya teman.
“Saya berjalan kaki, seharian saya tidak makan. Saya terus saja jalan. Sampai akhirnya saya ketemu orang, saya mencari kerja, apapun itu kerjanya. Waktu itu pembangunan Hotel Bw Lux. Untuk jadi kuli bangunan itu saja, kita diminta bayar Rp. 500 ribu, bayangkanlah,” ungkapnya seraya mengingat masa lalu.
Dirinya juga cerita, bahwa dulu ia pernah ditawarkan kerja di salah satu tempat servis alat elektronik, dengan gaji Rp. 1.800.000 ribu. Akan tetapi ia tak mau digaji, dia ingin kerja kalau lagi ada pekerjaan saja, baru dibayar.
“Disitulah saya mulai kerja. Saya tidak minta digaji, saya ingin freeland saja. Dak digaji pun tak apa, cukup kasih makan saya saja, sekali sehari pun tak apa.” ungkapnya.
Namun, nasib seseorang pun tak bisa ditebak. Dirinya yang memang memiliki keahlian di bidang otak atik alat elektronik, mampu membawanya menuju ke tahap sekarang. Memiliki satu konter, dan laundry itu sudah begitu cukup baginya.
Betapa tidak, hasil usaha jual beli laptop yang ia punya, mampu meraup minimal Rp 17 juta. Sementara dari servis, Bagus mengantongi Rp 5-6 juta setiap bulannya.
Itulah hidup, semuanya akan terjadi jika kita memiliki keinginan yang kuat, apalagi kita mempunyai skil.
“Ya dulu waktu di bungo, saya pernah jadi fotografer selama 2 tahun. Bongkar hp, dan laptop itu sudah menjadi rutinitas saya,” paparnya.
Meskipun demikian, setelah menghasilkan omset ratusan juta dari usaha dan keahliannya, perjalanan usaha bagus tak selalu berjalan mulus. Dirinya juga pernah bangkrut, karena ditipu oleh pihak lain. Namun masih dengan tekad yang kuat, ia mampu membangkitkan usahanya kembali.
“Waktu itu, saya pesan laptop 18 unit. Sudah saya bayar, tapi belum juga dikirim. Sebelumnya memang, saya sudah sering pesan beberapa kali,” katanya seraya menyebutkan kerugian Rp 30 juta lebih.
Namun seiring waktu, Ia bangkit kembali. Sisa uang yang ada, Bagus kembali memiliki modal dan bahkan sempat membangun usaha Laundry dan Cucian Motor.
“Ya Alhamdulillah, kalau barang yang ada di konter saya ini. Dalam sebulan, bisa dicairkan Rp. 85 juta,” pungkasnya. (Win/Nrs)
