TANJABBAR – Kapolda Jambi, Irjen Pol. Drs.Muchlis AS, MM mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan tak hanya memberikan tugas penanggulangan, namun juga pada dampak kesehatan masyarakat. Sejauh ini, polisi sudah menetapkan 5 tersangka terkait Karhutla.
Sebelumnya, Kapolda Jambi, Plt Gubernur dan Danrem 042 Garuda Putih melakukan patroli udara dan kunjungan ke Posko Terpadu Karhutla Desa Muntialo Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pekan ini.
Kapolda menjelaskan, unit penyelidikan dan penindakan dari pihak kepolisian beserta tim satgas dilapangan dan masyarakat memiliki pekerjaan yang berat dalam membuktikan adanya tindakan pembakaran hutan dan lahan. Karena harus menemukan orang yang membakar, disertai dengan saksi saksi dan bukti yang kuat.
“Kita semua mengetahui, tindakan pembakaran hutan dan lahan ini dilakukan dengan cara hit and run, karena membuka lahan dengan tidak membakar membutuhkan biaya yang besar,” ungkap Kapolda.
“Jadi, saat ini masyarakat lebih cenderung membuka lahan dengan cara tebang lalu bakar. Masalah yang timbul dari pembakaran hutan dan lahan adalah mengganggu kesehatan masyarakat banyak dan melanggar hukum,” sambungnya.
Kapolda menyampaikan, pihak kepolisian telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka atas kasus karhutla inu, karena 90 persen kasus karhutla disebabkan oleh ulah manusia yang sengaja membakar. Padahal dampak negatif dari karhutla ini juga akan kembali kepada masyarakat, seperti merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan.
“Saya mengharapkan partisipasi dari masyarakat dan semua dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla ini, karena semua akan berjalan dengan lancar jika ada sinergitas yang kuat diantara masyarakat, tim satgas dan pihak pihak terkait,” harap Kapolda.
Danrem 042/Garuda Putih, Kol.Inf Dany Budiyanto selaku Ketua Tim Satgas Karhutla mengatakan, sebelum melakukan patroli udara bersama, tadi pagi telah dilaksanakan apel siaga satgas karhutla lingkup Kehutanan Provinsi Jambi di lapangan Manggala Agni Daerah Operasi Kota Jambi.
“Kita tadi telah melakukan apel siaga karhutla dan dilanjutkan dengan patroli udara untuk melihat dimana saja ada titik titik api. Dari data yang ada, di Provinsi Jambi sendiri terdapat lebih kurang 176 titik titik api,” kata Danrem.
Danrem menyampaikan, pada saat patroli udara tadi ada beberapa titik api, meskipun apinya kecil tetapi mengakibatkan banyak asap. Sekecil apapun api harus segera dicegah karena itu bisa mengakibatkan kabut asap.
“Saya meminta kepada Tim Satgas Karhutla, masyarakat dan semua pihak terkait untuk lebih memperkuat kerjasama dalam menghadapi karhutla ini. Selama ini kita semua telah bersinergi secara maksimal, semoga karhutla ini bisa cepat diatasi bersama dan tidak menimbulkan kabut asap,” pungkas Danrem. (*)
