66 Kali Gempa Goncang Lombok, Ini Data Terkini

LOMBOK – NTB sedang berduka. Pagi tadi, Minggu (29/7) terjadi gempabumi dahsyat sebesar 6,4 pada Skala Richter. Dilaporkan ada 66 kali gempa susulan pasca itu yang membuat bangunan porak poranda. Korban jiwa juga dilaporkan tidak sedikit akibat peristiwa itu.

Dari sumber badan Penanggulangan Bencana Daerah, di Kabupaten Lombok Utara dilaporkan 2 orang meninggal dunia tertimpa tembok rumah dan 13 orang luka-luka dirawat di halaman puskesmas Senaru dan 7 orang di Puskesmas Bayan.

Akses jembatan dari arah Sambelia menuju desa beburung, Sembalun terputus.

Sedangkan di Lombok Timur dilaporkan juga, 3 orang meninggal dunia, 10 orang mengalami luka berat dan 10 orang lainnya mengalami luka ringan. Sebagian besar warga belum berani kembali ke rumah akibat khawatir akan gempa susulan.

Di Lombok Barat dilaporkan juga 2 rumah warga rubuh di desa Tongkek dan desa Guntur Macan.

Mengenai jumlah masyarakat yg di evakuasi dan jumlah KK Terdampak juga kerusakan Infrastruktur dan lainnya masih dalam proses pendataan.

BMKG melaporkan, setidaknya terjadi 66 kali gempa susulan mengiringi gempabumi tektonik dahsyat pada 6,4 SR pada Hari Minggu, 29 Juli 2018, pukul 05.47.39 WIB di Lombok NTB. Bali dan Sumbawa juga turut merasakan gempa ini.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=6,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara V-VI MMI, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI), sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI. Demikian dilaporkan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono ST.

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033