MERANGIN – Taman bunga Hesti’s Garden kebanggaan warga kecamatan Jangkat, bukan tidak mungkin akan tergerus seiring berjalannya waktu.
Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang dari tahun-ketahun selalu mengalami penyusutan.
“Untuk pengunjung tahun ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang disebabkan tenaga pengelola hanya tinggal saya seorang, berbeda dengan tahun sebelumnya yang dibantu ibu-ibu PKK,” ungkap Yuliardi selaku pengelola.
Selain itu, lanjut Yuliardi, adanya faktor tempat wisata yang serupa disinyalir ikut menjadi pemicu sepinya pengunjung.
“Ke dua mungkin sudah ada taman di Kota Bangko, sehingga pengunjung lebih memilih tempat yang konon katanya lebih luas itu,” katanya.

Saat disinggung berapa total jumlah kunjungan dalam beberapa hari ini, Yuliardi mengaku tidak ingat pasti.
“Kalau tahun sebelumnya pengunjung antri, serta menggunakan waktu kunjungan berada di dalam taman, berbeda dengan sekarang pengunjung bebas berlama-lama di dalam taman dan tidak menggunakan waktu,” jelas Yuliardi.
Beberapa pengunjung mengaku kesal saat diminta tanggapannya terkait kondisi taman tak seindah dekade 2016 lalu.
“Tidak sedikit biaya yang kami keluarkan untuk datang kesini, ketika tiba di sini tamannya sudah rusak seperti tidak terurus,” kesal Ani (28) pengunjung dari Jambi.
Senada dengan pegunjung dari Bungo Tika (19) yang mengesalkan keadaan bunga yang banyak sudah mati padahal mereka datang dengan 2 mobil sekaligus.
“Kita berharap agar ini (taman) menjadi perhatian pemilik, sayang sekali kan taman sudah ada tapi tidak diberdayakan” sambung Tika.(Rdc)
