KUALA TUNGKAL – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Arakan Sahur kembali diadakan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat khususnya di Kota Kuala Tungkal, tadi malam, Rabu (16/05).
Kembali terdengar suara tabuhan alat musik tradisional disertai lantunan shalawat dan puji-pujian dan lagu Islam begitu terasa menghiasi malam pertama Bulan Suci Ramadhan 1439H/2018M.
Festival Arakan Sahur tahun 2018 ini diikuti oleh remaja dan anak-anak dan orang tua dari utusan masjid, sekolah sanggar ataupun yayasan yang berhimpun dalam kelompok atau regu-regu.
Iring-iringan Festival Arakan Sahur dilepas oleh Bupati Tanjab Barat DR. Ir. H. Safrial, MS di halaman rumah jabatan Bupati pada pukul 22.30 Wib
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanjab Barat, Oto Riyadi, SE melalui Kabid Pariwisata Mardius, SE mengatakan pada Festival Arakan Sahur diikuti 16 grup. Banyaknya anggota dalam satu grup atau tim tak terbilang hanya saja tidak dibenarkan memakai kendaraan roda empat dan alat musik elektronik dan pengeras suara.
Lomba ini sendiri lanjutnya, dilaksanakan oleh Pemkab Tanjab Barat untuk memeriahkan setiap datangnya bulan suci Ramadhan. Dan juga dimaksudkan untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan tali silaturrahmi antar sesama warga.
“Sekaligus untuk melestarikan tradisi yang telah berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya, karena Arakan sahur ini sudah ada sejak jaman dahulu,” ujarnya.
Disamping itu kegiatan seperti ini, sambungnya, diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas generasi muda dalam berkarya dan ibadah.
“Intinya jangan dilihat dari lombanya tapi diniatkan untuk beribadah dengan membangunkan masyarakat sekitar sini untuk sahur,” tambahnya
Terakhir, Mardius menyampaikan apresiasinya atas antusias ke ikutan serta peserta yang berasal dari berbagai utusan dan generasi muda dalam kegiatan itu.
“Alhamdulillah ini juga cukup ramai. Mudah-mudahan kedepan lebih banyak lagi yang melaksanakan kegiatan seperti ini,” pungkasnya.
Arakan Sahur menyambut hari pertama Ramadhan ini ditonton masyarakat Kuala Tungkal yang berbondong-bondong keluar rumah sambil menunggu waktunya bersahur.(Di).
