Warga di buat geger dengan ulah Kakek 64 tahun di Bukittinggi, dan sodomi hingga cabuli puluhan bocah laki-laki dan perempuan. Ia pun di laporkan ke polisi.

Ngeri, Puluhan Anak Jadi Korban Sodomi Kakek di Bukittinggi

Berita Viral Hukrim

VIRAL – Warga di buat geger dengan ulah Kakek 64 tahun di Bukittinggi, dan sodomi hingga cabuli puluhan bocah laki-laki dan perempuan. Ia pun di laporkan ke polisi.

Seperti di ketahui, Puluhan anak di bawah umur di cabuli kakek berinisial AD (64) warga Agam. Atas perbuatannya, kini Kakek sang pelaku pencabulan dan sodomi bocah itu, di tangkap satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi.

Baca juga : Akui Orang Indonesia Ganteng, Miyabi Kepincut Pesona Ariel Noah

Kasat Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi, AKP Allan Budi Kusumah melalui KBO Reskrim Ipda Herwin, membenarkan penangkapan tersangka. Pelaku  yang di tangkap di Jalan Kapalo Hilalang Kecamatan Sicincin sekitar pukul 14.00 WIB, pada Jumat (16/7/2021) lalu.

“Kakek AD di tangkap berdasarkan laporan dari salah satu keluarga korban. Saat ini kami telah menerima laporan dari lima orang korban ,” katanya, Selasa, (20/072021).

Pengakuan Tersangka

Herwin menjelaskan, dari pengakuan tersangka. Ada sekitar dua puluhan anak usia di bawah umur, yang sebagian besar warga yang di lecehkan pelaku.

“Tersangka mengakui perbuatannya, yang di lakukannya di warung makanan ringan dan barang bukti. Korban termasuk anak laki-laki dan perempuan.  Kami masih melakukan pendalaman atas kejiwaan tersangka, yang mengaku pernah menjadi korban kasus sodomi,” jelasnya.

Sementara itu, menurut pengakuan Kakek AD hal tersebut di lakukannnya kepada anak-anak usia Sekolah Dasar, yang berbelanja di warung miliknya. Tepatnya yang terletak di pemukiman padat penduduk bersebelahan, dengan Masjid dan Madrasah tempat anak-anak belajar mengaji.

“Saya baru melakukan perbuatan ini dua bulan terakhir, awalnya saya kesal dengan beberapa anak nakal yang tidak membayar belanja mereka. Karena kekurangan uang,” ujarnya

Sementara itu, salah seorang orang tua korban yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, anaknya sudah di cabuli sejak 2018 oleh pelaku. Dan baru beberapa bulan terakhir di ketahui, hingga di laporkan ke Polisi.

Berita lain : Hebat, Mahasiswa FKIP Universitas Jambi Terbitkan Sebuah Novel Inspiratif

“Bahkan ada sebagian anak di sini yang mengaku pernah di cabuli pelaku pada 2015, kasus ini sangat membuat kami ketakutan. Semoga warga lain yang anaknya menjadi korban, bisa segera melaporkan ke pihak yang berwajib. Jangan sampai mengganggu mental anak anak kami di masa depan,” jelasnya.

Atas perbuatannya tersangk  di jerat pasal 82 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014. Tentang perlindungan anak di bawah umur, dengan ancaman 15 tahun penjara.

 

Sumber : Pojoksatu.id