Usai menetapkan Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) selaku pihak swasta sebagai tersangka dalam kasus ini. KPK kembali akan periksa tersangka lain, terkait kasus korupsi Bansos Covid-19 itu.

Lagi, KPK Periksa Tersangka Kasus Korupsi Bansos Covid-19?

Hukrim Nasional

HUKRIM – Usai menetapkan Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) selaku pihak swasta sebagai tersangka dalam kasus ini. KPK kembali akan periksa tersangka lain, terkait kasus korupsi Bansos Covid-19 itu.

Bahkan, dalam agenda yang di buat KPK, tersangka kasus Korupsi Bansos penanggulangan Covid-19 ini akan di periksa.

Baca juga : Refocusing Anggaran Jambi, Ketua Komisi II Beri Warning Soal Bansos

Sebelumnya, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengagendakan pemeriksaan terhadap satu tersangka kasus dugaan korupsi. Ini terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid 19, pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. Satu tersangka itu, yakni pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) M Totoh Gunawan (MTG).

“Pemeriksaan di lakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, melalui pesan singkatnya, Senin (19/7/2021).

Seperti di ketahui,  KPK resmi menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG), sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Yakni terkait pengadaan paket bahan pangan (sembako), untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat .

Selain Totoh Gunawan, KPK juga menetapkan Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) selaku pihak swasta sebagai tersangka dalam kasus ini.

Para tersangka tersebut, di duga total menerima keuntungan Rp. 5,7 miliar dari korupsi tersebut.

Berita lain : Fasha-Hasbi Bakal Gantikan Agus Roni Komandoi NasDem Jambi? Ini Kata Pengurus DPW

Dalam perkara ini, Aa Umbara Sutisna di duga menerima uang sebesar Rp. 1 miliar, terkait pengadaan paket bahan pangan sembako untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat.

Sedangkan Andri Wibawa, di duga menerima keuntungan sebesar Rp. 2,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan, di duga menerima Rp. 2 miliar.

 

Sumber : Sindonews.com