Nasib naas tak dapat dielak NH, seorang wanita pijat panggilan yang menjadi korban pemerkosaan, digilir oleh 3 pria di kamar indekos.

Buka Jasa Pijat Panggilan, Wanita Ini Digilir 3 Pria di Indekos

Hukrim

HUKRIM – Nasib naas tak dapat dielak NH, seorang wanita pijat panggilan yang menjadi korban pemerkosaan, digilir oleh 3 pria di kamar indekos.

Pijat panggilan yang di pesan lewat MiChat ini di manfaatkan pelaku, sang wanita digilir 3 pria di indekos nya pun mengalami luka memar di bagian tubuhnya.

Baca juga : Ciptakan Program Nyata dan Dirasakan Masyarakat, REPDEM Jambi Rapatkan Barisan Se-Provinsi

Kejadian tak mengenakkan ini, menimpa seorang perempuan terapis pijat panggilan. Dia menjadi korban pemerkosaan, yang di lakukan tiga orang pemuda di kamar indekos, Jalan Barata Jaya, Gubeng, Surabaya, Jatim.

Korban berinisial NH (31) pingsan, akibat menjadi sasaran aksi kekerasan seksual dari ketiga pelaku. Ponsel milik NH juga di ambil pelaku. Namun, para pelaku tertangkap setelah korban melapor ke kepolisian.

Ketiga tersangka ialah Farchan Candra Prasasti (20), warga Pacar Keling VII, Gayub Dwi Ramadhani (23) dari Jolotundo Baru I, dan Valentino Mario Dwi Putra (27) asal Mojo III-F, Surabaya.

Kapolsek Gubeng Kompol Akay Fahli mengatakan, perbuatan bejat ketiga pelaku itu di lakukan bermula dari inisiatif Gayub memesan jasa terapis pijat, melalui aplikasi pesan MiChat.

Kronologi

Setelah tercapai kesepakatan, Gayub mengajak korban ke indekos, yang sebelumnya sudah d ipesan Farchan. Sembari menunggu NH tiba, ketiga tersangka berada di dalam kamar.

“Dua tersangka Farchan dan Mario bersembunyi di lemari. Jadi semua itu sudah di rencanakan,” kata Kompol Akay, Sabtu (19/6).

Mantan Kasat Intelkam Polres Bojonegoro itu mengatakan, Gayub meminta NH memijat selama 90 menit dengan tarif Rp250 ribu.

Farchan membayar kamar indekos Rp75 ribu, per tiga jam. Korban pun akhirnya tiba di antar oleh suaminya. Ia masuk ke kamar dan mulai memijat, sembari berbincang-bintang.
Selang 30 menit, tepatnya pukul 00.30 WIB, Gayub meminta NH beristirahat.

“Posisinya Gayub duduk di kursi, sedangkan korban di ujung ranjang sambil berbalas pesan chatting dengan suaminya,” ujarnya.

Saat itu, NH tiba-tiba di kagetkan dengan kemunculan Farchan dan Mario, dari dalam lemari. Mereka berdua langsung membekap mulut korban, serta memegang erat kedua tangan dan kaki.

Setelah mereka bertiga secara bergantian melakukan perbuatan bejatnya, lantas meninggalkan korban begitu saja.

“Ponsel diambil beserta uang Rp40 ribu, yang di simpan korban di dalam dompet. Mereka bertiga langsung kabur,” ucap Akay.

Sempat Terlihat Sang Suami

Suami korban sempat melihat ketiga pelaku keluar dari kamar indekos, tetapi tidak tahu saat itu istrinya sudah pingsan di dalam ruangan. Setelah waktu pijat habis, barulah dia menghampiri istrinya.

“Akhirnya suami korban memberanikan diri, untuk masuk ke dalam kamar dengan di dampingi penjaga indekos. Saat membuka pintu, suami korban mendapati istrinya sudah tergeletak tidak sadarkan diri di atas ranjang,” papar alumni Akpol 2009 itu.

Sang suami sempat panik dan berupaya membangunkan istrinya. Melihat luka memar di wajah dan punggung korban, dia geram. Bahkan, hidung NH mengeluarkan darah akibat di pukul.

Tak lama kemudian, korban siuman dan menceritakan semuanya ke sang suami, yang langsung menuju ke Mapolsek Gubeng untuk membuat laporan.

Unit Reskrim yang di pimpin Iptu Wardi langsung melakukan penyelidikan, hingga berhasil mengamankan tersangka Farchan di tempat kerjanya Jalan Teratai, Tambaksari.

“Dari keterangannya, kami amankan dua tersangka lain di rumahnya masing-masing,” pungkas Akay.

 

Sumber : Jpnn.com