Peristiwa sadis penembakan tokeh getah hingga tewas di Rangkiling waktu lalu, kini sudah ditangani aparat kepolisian Polda Jambi. 2 orang pria di Jambi yang tak lain adalah pelakunya, ditangkap dan terancam hukuman 10 tahun penjara.

Tembak Tewas Toke Getah di Mandiangin Jambi, 2 Pelaku di Dor Polisi

Berita Jambi Hukrim

JAMBI – Peristiwa sadis penembakan toke getah hingga tewas di Pemusiran Mandiangin waktu lalu, kini sudah di tangani aparat kepolisian Polda Jambi. 2 orang pria di Jambi yang tak lain adalah pelakunya, di tangkap dan terancam hukuman 10 tahun penjara.

Kedua pelaku penembakan Toke Getah yang mengakibatkan korban tewas di Mandiangin ini, akhirnya dibekuk Tim gabungan Resmob Ditreskrimum Polda Jambi.

Baca juga : Golden Palace Jambi Buka Lagi, Yuk Cek Disini

Penangkapan pelaku di lakukan bersama Tim Sultan Polres Tebo, Opsnal Polres Sarolangun dan Polsek Muara Tabir.

Untuk kedua pelaku yang diamankan tersebut, yakni Ahmad Dameri alias Bujang Aziz (32) dan Wika Saputra (31), warga Rt 01 Desa Pemusiran Kecamaran Mandiangin Kabupaten Sarolangun.

Dir Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan, bahwa pelaku tersebut melakukan aksi penembakan terhadap korban, yakni Gangsah.

Lokasi Penembakan Korban

Korban yang merupakan toke getah tersebut, di tembak pada hari Minggu (9/5) sekitar pukul 10.30 wib, di kawasan Rengkiling Mandiangin Kabupaten Sarolangun.

“Korban di tembak pelaku menggunakan senjata rakitan jenis kecepet, dan korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Ini setelah mengalami luka tembak di bagian perut, ” ujarnya, Jumat (18/6) melansir Serambijambi.id media patner Dinamikajambi.com.

Sebelumnya aksi tembak di lakukan, kata Kombes Pol Kaswandi, terjadi keributan terlebih dahulu antara korban dengan kedua pelaku.

Bilangnya, saat itu korban mengatakan kedua pelaku tersebut telah melakukan aksi pencurian getah karet, yang merupakan miliknya.

“Kedua pelaku ini di tuduh korban mencuri getah karet, sehingga korban tidak senang dan bertemu dengan pelaku. Saat bertemu dengan pelaku terjadi cekcok, dan korban mengambil senjata kecepek milik pelaku. Pelaku langsung menembak korban,” jelasnya.

Kemudian, setelah penembakan korban dengan sadis, kedua pelaku  melarikan diri ke dalam hutan. Bukan cuma stau tempat, mereka juga berpindah-pindah tempat persembunyian di dalam hutan.

“Pelaku selama 1 bulan di tetapkan sebagai DPO dan berpindah-pindah tempat persembunyian. Hingga akhirnya pelaku berhasil di tangkap Tim gabungan di dalam hutan Tanah Garo, Muaro Tabir Kabupaten Tebo, ” paparnya.

Bukannya menyerahkan diri, saat di tangkap kedua pelaku melakukan aksi perlawanan dan berusaha melarikan diri. Sehingga petugas dengan terpaksa menghadiahi keduanya dengan timah panas, lalu mengamankan mereka.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Sementara itu, barang bukti yang berhasil di amankan dari pelaku, yakni berupa senjata rakitan jenis kecepet yang di gunakan oleh pelaku.

Alhasil, atas perbuatannya kedua pelaku di kenakan pasal 340 KUHPidana dan 338 KUHPidana, dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara. (*)