Video viral 19 detik atau aksi asusila Kakak adik di hotel, tak hanya jadi sorotan. Bahkan, link video tersebut diburu warganet dan beredar luas di twitter dan telegram. Lalu bagaimana pendapat pengamat psikologi?

Video Viral 19 Detik Kakak Adik Diburu Warganet, Ini Respon Psikologi

Berita Viral

VIRAL – Video viral 19 detik atau aksi asusila Kakak adik di hotel, tak hanya jadi sorotan. Bahkan, link video tersebut diburu warganet dan beredar luas di twitter dan telegram. Lalu bagaimana pendapat psikologi?

Seperti yang di ketahui, beberapa hari terakhir ini aksi dua sejoli yang diduga kaka adik di hotel tersebut, mengalihkan perhatian banyak orang.

Baca juga : Part 2 Video Viral Kakak Adik di Twitter, Link Full Nya Beredar

Bukan Cuma itu saja, link video viral 19 detik kakak adik ini pun, menjadi pencarian terbanyak di dunia maya. Apakah karena penasaran, atau memang adegannya yang luar biasa?

Sebelumnya, baru-baru ini jagad maya di hebohkan kueri video viral kakak adik di hotel, yang di sinyalir berkaitan dengan video asusila.

Adapula kueri video 19 detik viral di media sosial, yang juga menjadi pencarian warganet melalui dunia maya.

Bagaimana dengan video viral 16 menit? Pencarian tersebut, juga banyak diketikkan warganet.

Link video-video tersebut sering kali berhubungan dengan video tak senonoh, yang mungkin tanpa sengaja atau tidak tanpa sengaja di rekam oleh orang lain bahkan pelaku.

Bagaimana hal ini di lihat dari segi psikologi manusia?

Di lansir dari Portal Purwokerto, Ugung Dwi Ario Wibowo, seorang dosen psikologi di salah satu universitas di Purwokerto Banyumas.

“Dalam konteks penyebaran itu, kan rata-rata kita itu ingin jadi orang pertama kali menjadi sumber berita, dengan begitu dapat komen dan like yang banyak. Juga ada respon dari orang-orang sekitarnya, yang juga menunggunya, jadi trending topik bagi orang lain,” kata Ugung, Rabu 9 Juni 2021.

Ia juga mengatakan, bahwa orang-orang yang menyebarkan atau menonton video-video tersebut, bisa jadi karena rasa ingin tahu.

Lihat juga berita lain : Video Viral Wanita Bangladesh Di gilir 4 Pria dan Botol Viral di TikTok

“Yang kedua, ada (faktor) curiosity atau rasa ingin tahu yang tinggi. Kita tidak mau menjadi orang yang kudet. Kita ngga mau di sebut ndeso atau kurang update, atau sesuatu yang lain yang kemudian kita malu. Kalau tidak tahu apa yang terjadi,” lanjutnya.

“Yang ketiga adanya ketakutan untuk menjadi tidak populer, tidak tahu. Itu yang membuat kita malah jadi penyebar dan kadang-kadang, terjadinya penyebaran hoaks karena itu juga. Ada sesuatu, dia tidak cari (informasi yang benar), dia share,” katanya.

Exhibisionisme

Selain itu, orang yang sering kali merekam video asusila terkait dirinya, bisa juga termasuk exhibisionisme.

“Dalam psikologi ada yang namanya exhibisionism. Jadi orang-orang tertentu suka untuk di lihat dalam posisi setengah telanjang, atau untuk di beri label sexi atau cantik, putih. Exhibisionis ini juga dapat memicu orang, untuk merekam atau memvideo. Entah untuk kepentingan pribadi atau kemudian dia share ke media, yang dimiliki hanya untuk mendapat komentar dari followernya. Atau bahkan yang bisa menjadikannya trending topic misalnya,” jelasnya.

Selain itu, Ugung juga menerangkan bahwa penyebaran video asusila, bisa jadi terkait dengan unsur kriminalitas.

Berita lain : Lagi, Video Viral Kakak Adik di Hotel Beredar, Link Full Nya Di buru Warganet

“Ada pula unsur lainnya seperti unsur kriminalitas yang memang mengambil keuntungan dari video asusila itu,” terangnya.

Jadi, apakah Anda termasuk salah satu di antaranya? Itulah terkait pandangan Psikologi terkait pencarian dan penyebaran, link video viral kakak adik hingga video berdurasi lainnya. (*)

 

Sumber : Portalpurwokerto