Diemban gelar Aktivis, tentu bukanlah perkara yang mudah. Terkadang, menang bahaya dan nyawa menjadi taruhan. Begini kisah hidup 'Bang Joni' alias Joni Ismed, anggota DPRD Kota Jambi.

Sempat Nama Samaran ‘Joni Gusmara’, Begini Kisah ‘Bang Joni’

Berita Jambi Profil

BERITA POLITIK – Diemban gelar Aktivis, tentu bukanlah perkara yang mudah. Terkadang, menang bahaya dan nyawa menjadi taruhan. Begini kisah hidup ‘Bang Joni’ alias Joni Ismed, anggota DPRD Kota Jambi.

Bagi pria kelahiran 15 Juni 1972 ini, kata ‘Aktivis’ bukanlah sebuah kemewahan untuk alat eksistensi. Sebab, baginya gelar Aktivis adalah, bagaimana berdedikasi penuh bagi Bangsa dan Negara.

Baca juga : Heboh Wacana PPN Sembako, Ini Kata Waka DPRD Provinsi Jambi

Sebagaimana, di katakan ‘Bang Joni’ Dewan yang terkenal blak-blakan itu, menceritakan kisah hidup nya, pada Dinamikajambi.com, Kamis, (10/06/2021).

“Karena, kita berprinsip sebagai aktivis adalah kesejahteraan rakyat. Resiko Aktivis itu, siap terbuang, terbui dan terbunuh. Itu resiko dan konsekuensi sebuah perjuangan,” ungkapnya.

Ikhlas Akan Konsekuensi Perjuangan

Kemudian, pentolan Aktivis 98 yang dulunya berkiprah di Universitas Batanghari ini. Sesekali menceritakan gundah gulananya kala itu.

Di mana, yang menjadi cita-cita utamanya beserta rombongan lepas dari cengkraman rezim yang diktator.

Artinya, kemerdekaan Rakyat, baik berserikat maupun ikut handil dalam tatanan politik dan ekonomi adalah tujuan utama.

Betapa tidak, beber Joni kebijakan daripada kepemimpinan Presiden Soeharto jauh akan keberpihakan rakyat. Seperti halnya, Dwi Fungsi Abri, hingga di cekalnya nalar kritisme Mahasiswa kala itu.

“Kita dulu, tidak pernah bercerita bagaimana nasib diri kedepan, ataupun untuk kaya waktu itu. Tapi, kita berpikir bagaimana nasib bangsa kedepan. Artinya, seluruh kandungan, maupun sumber daya yang ada, ya dikelola bangsa,” bebernya

TO Samaran Joni Gusmara, Prinsip Itu Mahal

Lebih lanjut, sosok Aktivis yang juga tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam, atau HMI ini memiliki kisah mencekam.

Betapa tidak, oleh karena ‘ulahnya’ menukangi aksi demonstrasi 1997 hingga 1998, membuatnya sempat memiliki nama samaran. Mengapa demikian?

Tentunya, Pemerintah dan Aparat kala itu memburu sosok Joni Ismed oleh karena kenakalan intelektualnya.

Pun, sempat menjadi Target Operasi kepolisian, membuatnya berkamuflase dengan nama samaran, ‘Joni Gusmara’.

“Wah, pindah-pindah tempat tinggal, disekre lah, dirumah kawanlah. Sampai, buat nama samaran Joni Gusmara. Ya berkamuflaselah,” bebernya sembari tertawa.

Sudah Tau Resiko, Kok Betah?

Sudah tau resiko menantang nyawa, hidup dalam lingkaran bahaya. Lantas mengapa sosok Sekretaris Komisi III DPRD Kota Jambi ini, tetap konsisten dalam garis perjuangan kala itu?

Pada Dinamikajambi.com, penuh perenungan, Joni Gusmara hanya menjawab, itu adalah bagian dari keteguhan berprinsip.

“Dek, prinsip dan idealisme itu barang termewah. Itu mahal, tidak bisa dibeli pakai rupiah atau apapun,” bilangnya.

Usai menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Batanghari, mantan aktivis 98 ini perlahan menjejaki karir. Tak lama, Ia bergabung bersama Partai Golkar.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Pun, terpilih menjadi wakil rakyat dari Dapil Kotabaru Jambi. Uniknya, meski terkenal gahar, ternyata Ia peduli dengan aspirasi ‘Emak-emak’.

Betapa tidak, pada Resesnya beberapa waktu lalu. Ia menyerap aspirasi kaum Ibu-ibu untuk memberdayakan UMKM Kuliner, menyediakan peralatan memasak. (Tr01)