Mantan Kadis Perkim Kota Sungai Penuh, Nasrun ST MT divonis 7 tahun penjara, Kamis (10/06/2021). Ia terbukti korupsi, di Dinas Perkim tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019.

Teng, Mantan Kadis Perkim Kota Sungai Penuh Divonis 7 Tahun Penjara

Berita Jambi Hukrim

SUNGAI PENUH -Mantan Kadis Perkim Kota Sungai Penuh, Nasrun ST MT divonis 7 tahun penjara, Kamis (10/06/2021). Ia terbukti korupsi, di Dinas Perkim tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019. Di mana, jika di hitung kerugian negara mencapai Rp 3 Miliar.

Sementara eks bendahara Dinas Perkim, Lusi Afrianti SE, di jatuhi hukuman 2,6 tahun penjara.

Baca juga : Part 2 Video Viral Kakak Adik di Twitter, Link Full Nya Beredar

Keduanya di nyatakan terbukti bersalah atas kasus korupsi di Dinas Perkim Kota Sungaipenuh anggaran 2017, 2018 dan 2019, dengan kerugian negara mencapai Rp 3 Miliar.

Hukuman tersebut di bacakan dalam vonis Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jambi, Kamis (10/6) yang digelar secara virtual pukul 13.45 Wib.

Selain hukuman penjara, kedua terdakwa juga di kenakan denda, dengan mengembalikan uang pengganti kerugian negara.

Putusan terhadap kedua terdakwa lebih rendah dari tuntutan JPU, pada sidang sebelumnya. Di mana, mantan Kadis Perkim Sungai Penuh ini, di tuntut 8 tahun penjara dan uang pengganti Rp 1,7 Miliar.

Sedangkan Lusi di tuntut 5 tahun penjara, dan uang pengganti Rp 1,3 Miliar. Sedangkan denda keduanya, di tuntut Rp 200 juta.

Kepala Kejaksaan Sungai Penuh, melalui Kasi Intel Kejari, Sumarsono SH mengatakan, dalam amar putusan majelis hakim kedua terdakwa di nyatakan terbukti.

Kedua melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, dan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo.

Selanjutnya, juga melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001,tentang Pemberentasan Tindak Pidana Korupsi.

”Terdakwa Nasrun di vonis 7 tahun penjara, dan denda Rp 100 juta dengan subsider 4 bulan penjara. Selain itu di tambah membayar uang pengganti sebesar Rp 1,7 Miliar, dalam waktu satu bulan setelah putusan tetap,” terangnya.

“Jika terdakwa tidak membayar, maka harta benda akan di sita. Dan jika tidak mencukupi, maka akan di ganti dengan pidana penjara selama 3 tahun,” timpalnya.

Terdakwa Lainnya

Sementara untuk terdakwa Lusi Afrianti SE, divonis 2,6 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 50 juta, dengan subsider 3 bulan kurungan.

“Serta pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp 417.673.118, dan di kurangi dengan uang yang telah di titipkan terdakwa, kepada Jaksa Penuntut Umum sebesar Rp 180 juta. Dengan demikian, terdakwa di kenakan membayar uang pengganti sebesar Rp. 237.673.118.

“Jika Terdakwa tidak membayar uang pengganti, paling lama dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Maka, harta bendanya akan di sita. Apabila tidak memiliki harta benda yang mencukupi, maka di ganti dengan pidana penjara selama 8 bulan,” terangnya.

Terhadap vonis majelis hakim tersebut, kata Sudarmanto, pihak Jaksa Penuntut Umum masih pikir-pikir. Begitupun dengan Penasehat Hukum terdakwa, juga menyatakan pikir-pikir.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Untuk di ketahui, Nasrun dan Lusi di jerat atas kasus korupsi di Dinas Perkim Sungaipenuh. Ini untuk anggaran tahun 2017, 2018 dan 2019. Modusnya beragam, mulai SPJ fiktif hingga mark up sejumlah item belanja.

Kerugian negara atas perbuatan kedua tersangka, mencapai Rp 3 Milliar. (Jul)