Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat atau Tanjabbar, larang seluruh ASN maupun tenaga honorer di lingkup Kabupaten Tanjabbar, untuk bepergian ke luar daerah. 

Larang ASN dan Honorer Tanjabbar ke Luar Daerah, Membandel Akan Disanksi

Pemerintahan Tanjab Barat

BERITA TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat atau Tanjabbar, larang seluruh ASN maupun tenaga honorer di lingkup Kabupaten Tanjabbar, untuk bepergian ke luar daerah.

Larangan ini, terkait dengan penyebaran Covid-19 yang mana saat ini Tanjabbar, menjadi salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi, yang masuk zona merah.

Baca juga : Niat Mau Promo, McDonald’s Jambi Malah Disegel, Begini Kronologinya

Hal ini di sampaikan oleh Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat pada Kamis (10/06/2021).

Ia menyebutkan bahwa Pemda larang keluar ASN maupun honorer, berpergian ke keluar daerah. Ini berlaku sejak tanggal 8 hingga 11 Juni 2021.

“Langkah ini di ambil untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid 19,dalam kondisi Zona Merah di Tanjabbar ini. ” Katanya.

“Penyebaran covid 19 dengan transisi lokal, sangat mungkin terjadi di tengah kondisi saat ini. Kita mengambil langkah dengan melarang seluruh ASN dan Honorer, di Kabupaten Tanjabbar untuk melakukan perjalanan keluar daerah Tanjabbar,” timpalnya.

Anwar Sadat secara tegas juga menyatakan, akan ada sanksi di siplin bagi ASN atau honorer yang bepergian keluar kota.

Ia pun memerintahkan kepada Kepala Perangkat Daerah atau pimpinan unit kerja, agar memberikan hukuman disiplin kepada ASN dan Tenaga Honorer.

“Sanski sesuai peraturan yang berlaku, jelas akan kita ambil jika memang ketahuan. Ini jika ada ASN atau honorer yang bepergian keluar daerah,” tegasnya.

Di sisi lain, sebagai upaya penangganan covid 19 Tanjabbar, bupati jugameminta kepada Satgas Covid 19 agar melakukan secara masif terkait dengan Testing.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Selanjutnya, Tracing dan Treatmen pada positif maupun suspect, di Kabupaten Tanjabbar. Terutama dalam kondisi Zona merah saat ini, terutama pada ASN dan tenaga honorer.

“Kemudian untuk kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka, untuk di lakukan evaluasi. Karena masih mengingat saat ini zona merah, sementara kita masih lakukan upaya-upaya. Tentunya, untuk menurunkan atau memulihkan kondisi di Tanjabbar,” ungkapnya. (hry)