Momen ini memiliki nilai sejarah panjang anak bangsa saat pra Kemerdekaan. Kemas Alfarabi pesan pada Hari Kebangkitan Nasional yang ke-113.

Hari Kebangkitan Nasional, Kemas Alfarabi: Anak Bangsa Harus Piawai Hal Ini

Parlemen

BERITA JAMBI – Hari Kebangkitan Nasional rutin diperingati tiap 20 Mei. Tentunya, momen ini memiliki nilai sejarah panjang para anak bangsa saat pra Kemerdekaan. Pun, Kemas Alfarabi memiliki pesan tersendiri pada Hari Kebangkitan Nasional yang ke-113.

Sebagaimana diketahui, Hari Kebangkitan Nasional identik dengan berdirinya Organisasi Boedi Oetomo kala 20 Mei 1908.

Yang mana, organisasi pergerakan nasional yang didirikan Dr Wahidin Soedirohoesodo bersama 3 Mahasiswa STOVIA. Pun, dengan berdirinya Organisasi tersebut, menguatkan semangat anak muda yang berjuang pada era kemerdekaan.

Seperti penuturan Kemas Alfarabi, Anggota DPRD Provinsi Jambi, memaknai momentum bersejarah Hari Kebangkitan Nasional agar lebih berkaca pada perjuangan para pendiri bangsa.

“Dari dulu, bangsa kita adalah bangsa majemuk, pluralistik, kaya akan keberagaman. Artinya, atas persatuan tadilah, para pendahulu berhasil menghadapi para penjajah. Penuh perjuangan, pengorbanan, bahkan nyawa sekalipun demi NKRI,” ungkapnya, Kamis (20/05/2021).

Warisi Semangat Pendahulu

Selanjutnya, Pria kelahiran Kota Jambi ini juga menjelaskan, bahwa kala berdirinya Boedi Oetomo adalah awal sejarah pergerakan nasional.

Itu artinya, para pencetus Hari Kebangkitan Nasional itu menanggalkan ego, lalu satu rampak barisan dalam perjuangan mencapai kemerdekaan.

Lantas, pesannya bagi anak muda saat ini, agar selalu mewarisi semangat persatuan tersebut.

“Dengan apa, tentu dengan merawat sikap toleransi kepada kelompok yang berbeda. Apalagi, era demokrasi ini, pemilihan terbuka sangat rentan dengan issu SARA. Jadi, mari kita cari persamaan sebagai Bangsa Indonesia, ” tambahnya.

Ini Bekal Anak Muda

Selain itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga berpandangan, era perjuangan anak muda saat ini perlu di barengi dengan beberapa bekal.

Yang mana, bebernya, perjuangan anak muda selaku generasi penerus para pendiri, haruslah tampil dalam kancah Nasional maupun Internasional.

Baca Juga : Kejagung Pecahkan Rekor Muri di Hari Sumpah Pemuda

Pun, kompetisi dunia kerja maupun aspek lainnya sangat terbuka saat ini.

“Kompetisi dunia menuntut Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi. Kemudian memiliki spesialis tersendiri. Juga dibarengi moral yang ber-attitude baik seperti perilaku jujur, disiplin, mau bekerjasama. ” tutupnya. (Tr01)