Aksi nekat Debt Collector yang hadang anggota TNI waktu lalu, berbuntut panjang. 11 orang tukang tagih tersebut, terancam hukuman 9 tahun penjara.

Nekat Hadang Anggota TNI, 11 Debt Collector Terancam 9 Tahun Penjara

Berita Viral Hukrim

BERITA HUKRIM  – Aksi nekat Debt Collector yang hadang anggota TNI waktu lalu, berbuntut panjang. 11 orang tukang tagih tersebut, terancam hukuman 9 tahun penjara.

Apalagi, saat mereka nekat hadang anggota TNI tersebut, aksi Debt Collector terkesan sangat brutal dan sangat membahayakan masyarakat. Polisi pun mewanti-wanti leasing, untuk tidak lagi menggunakan jasa Debt Collector ke depannya.

Di ketahui, Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, telah menetapkan 11 debt collector atau tukang tagih penghadang anggota TNI sebagai tersangka. Mereka terancam hukuman maksimal 11 tahun penjara.

Baca juga : Heboh, Oknum Anggota DPRD Tabrak Seorang Polisi Yang Tengah Bertugas

Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi mengatakan sebelas tersangka itu, masing-masing Hendry Leatomu (27), Yosep Meka (23), Jhon Adri (29). Selanjutnya  Hanoch Hamnes (26), Piter (29), Gerio (38), Gerry (27), Joefare (21), Alfian (27). Kemudian Donny (26), dan Hervy (25).

Mereka di jerat dengan Pasal 335 Ayat 1 dan atau 365 Ayat 1, Juncto Pasal 53 KUHP.

“Ancamannya sembilan tahun penjara, dan saat ini masih proses penyidikan di Polres Jakarta Utara,” kata Nasriadi saat jumpa pers di Markas Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (9/5/2021).

Selain itu, Tim Gabungan Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya, sebelumnya mengamankan debt collector yang sempat menghadang Serda Nurhadi. Total debt collector yang di amankan, berjumlah 11 orang.

Aksi premanisme oknum debt collector terhadap Serda Nurhadi, terjadi pada Kamis (6/5) siang.

Mulanya, Serda Nurhadi yang merupakan Babinsa Ramil Semper Timur II/O5 Kodim Utara 0502, mendapat laporan dari Satpol PP. Di mana adanya mobil milik warga yang hendak menuju ke rumah sakit, di hadang oleh sepuluh debt collector hingga menimbulkan kemacetan.

Sehingga anggota Babinsa tersebut, berinisiatif untuk membantu dan mengambil alih supir mobil. Hal ini untuk mengantar ke rumah sakit, melalui jalan Tol Koja Barat.

“Namun di kerubuti oleh beberapa orang debt collector. Karena kondisi kurang bagus, maka Serda Nurhadi membawa mobil tersebut ke Polres Jakut, dengan di ikuti oleh beberapa orang debt collector,” tutur Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS kepada wartawan, Minggu (9/5) kemarin.

Herwin juga menyebut, kendaraan Honda Mobilio dengan nomor polisi B 2638 BZK itu, merupakan milik warga Tanjung Priok bernama Naras.

Serda Nurhadi, kata Herwin, tidak mengetahui terkait permasalahan angsuran mobil tersebut.

“Serda Nurhadi sebagai Babinsa, hanya terpanggil untuk membantu warga yang sedang sakit, untuk di bawa ke RS. Dan tidak mengetahui kondisi mobil tersebut bermasalah,” terangnya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, telah memastikan Serda Nurhadi tidak memiliki hubungan keluarga dengan pemilik mobil. Dia menyebut apa yang di lakukan oleh Serda Nurhadi, semata-mata murni menolong warga yang hendak ke rumah sakit.

Kemudian, Dudung juga menyampaikan itu berdasar hasil pemeriksaan, yang telah di lakukan oleh Pomdam Jaya terhadap Serda Nurhadi. Pemeriksaan itu di lakukan tak lama setelah peristiwa penghadangan debt collector, terhadap anggota TNI viral di media sosial.

“Setelah kami cek, ternyata tidak ada kaitannya sama sekali. Karena Serda Nurhadi betul-betul hanya ingin membantu, agar tidak terjadi kemacetan. Yang kedua untuk membantu, agar masyarakat tidak kesulitan,” kata Dudung.

Berita lain : Demi Pelayanan Terbaik, Karyawan Swiss-Belhotel Jambi Divaksin Hari Ini

Bersamaan dengan itu, Dudung mengingatkan kepada perusahaan leasing, untuk tidak lagi menggunakan jasa debt collector. Dia memastikan bersama Polda Metro Jaya, akan memberantas segala praktik premanisme di wilayah Jadetabek.

“Saya dengan Polda Metro Jaya, dengan tegas akan berdiri paling depan membantu rakyat. Membantu masyarakat yang ada di DKI. Silakan catat nomor telepon saya 081223101988,” pungkasnya.

 

SumberSuara.com