Ternyata sate beracun yang membunuh bocah SD anak ojol, yang di berikan oleh wanita muda tersebut mau di kasih pada pada Polisi berpangkat Aipda. Usut punya usut, rupanya ada unsur sakit hati karena persoalan asmara.

Terungkap, Sate Beracun Yang Bunuh Bocah SD, Mau Dikasih Pada Polisi

Berita Viral Hukrim Nasional

BERITA VIRAL – Ternyata sate beracun yang membunuh bocah SD anak ojol, yang di berikan oleh wanita muda tersebut mau dikasih pada Polisi berpangkat Aipda. Usut punya usut, rupanya ada unsur sakit hati karena persoalan asmara.

Dengan alasan sakit hati, sate beracun tersebut di kirim pada polisi berinisial T, namun malah di makan oleh anak ojol yang masih duduk di bangku SD, hingga meregang nyawa.

Baca juga : Sakit Hati dan Berikan Sate Beracun Hingga Tewaskan Bocah SD, Wanita Ini Terancam 20 Penjara

Di ketahui, Sosok orang yang menjadi sasaran utama atau penerima bingkisan dari wanita misterius, pemberi sate beracun mengandung sianida merupakan anggota polisi.

Hal tersebut di benarkan oleh Kasubbag Humas Polresta Yogyakarta, AKP Timbul Sasana Raharja.

Timbul mengatakan, anggota polisi yang menjadi sasaran utama pelaku, merupakan penyidik di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta.

Menurut Timbul

Menurut Timbul, penyidik yang di incar oleh wanita misterius pengirim sate itu berinisial T, berpangkat Aiptu. Saat ini, anggota polisi tersebut masih aktif sebagai penyidik senior.

“Betul, yang bersangkutan adalah penyidik senior di Reskrim Polresta Yogyakarta, pangkatnya Aiptu,” kata Timbul di kutip dari Kompas.com, Minggu (2/5/2021).

Sebagai penyidik senior, Timbul mengatakan, Aiptu T tentu saja sudah banyak menangani ratusan kasus kriminal.

Ketika ditanya terkait kasus kriminal, yang paling krusial yang pernah di tangani oleh Aiptu T, Timbul belum bisa memastikannya lebih jauh.

“Belum tahu pasti kalau itu, banyak ya,” kata Timbul

Berdasarkan penelusuran yang di lansir dari Tribun Jogja, Aiptu T pernah mendapatkan penghargaan dari Polda DIY pada 2017. Dia di nobatkan sebagai penyidik terbaik.

Timbul pun membenarkan informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Aiptu T, memang penyidik senior dengan kinerja yang baik.

“Ya karena sudah senior di reskrim Polresta, artinya memang bisa bekerja,” ucap dia.

Namun demikian, Timbul belum dapat memastikan sudah berapa lama Aiptu T, bertugas sebagai penyidik di Satreskrim Polresta Yogyakarta.

“Kalau itu belum tahu pasti, yang jelas dia sudah senior,” ujarnya.

Menurut Timbul, selama mengabdi di jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta, Aiptu T di kenal ramah dan baik kepada siapa pun.

Karena itu, Ia terkejut dan tak menyangka ada seseorang yang berencana mencelakakan Aiptu T, dengan mengirimkan bingkisan makanan berupa sate beracun ke rumahnya.

“Dia dikenal ramah, dan biasa-biasa saja, dengan rekan-rekan di Polresta. Kalau untuk alasan mengapa di kirimi sate beracun ya itu, kewenangan penyidik yang menangani,” kata Timbul.

Aiptu T pada akhirnya berhasil lolos dari maut, usai menolak pemberian sate tersebut. Ini karena merasa tidak memesan dan tidak kenal, dengan orang yang memberikannya.

Namun, sate beracun itu memakan korban jiwa yakni seorang bocah berusia 8 tahun, berinisial NFP yang merupakan anak dari Bandiman, seorang pengemudi ojek online atau ojol.

Seperti di beritakan KompasTV sebelumnya, kejadian bermula ketika Bandiman tengah beristirahat, di sekitar Masjid daerah Gayam, Yogyakarta.

Kronologisnya

Tiba-tiba ia di datangi oleh seorang perempuan muda. Kepada Bandiman, perempuan muda itu meminta tolong untuk mengantarkan paket takjil.

Dari pengakuan Bandiman, perempuan itu berciri-ciri masih muda. Berkulit putih, dengan tinggi sekitar 160 cm dan mengenakan hijab, serta baju berwarana krem.

“Dia mengatakan bahwa tidak punya aplikasi, dan meminta mengirimkan paket takjil ke seseorang bernama Tomi di Villa Bukit Asri, Sembungan, Kasihan, Bantul,” ujar Bandiman.

Bandiman pun menyanggupi permintaan tersebut. Namun, penerima kiriman merasa tidak memesan makanan tersebut. Sehingga ia memilih memberikannya kepada Bandiman.

Bandiman lantas membawa bungkusan sate tersebut, ke rumahnya untuk di santap bersama keluarga.

Setelah menyantapnya, salah satu anaknya NFP, tidak sadarkan diri. Bandiman pun langsung melarikan anaknya ke RS Wirosaban.

Berita lain : Astaga, Dongkrak Lepas, 3 Sopir Tewas Seketika Tertimpa Truk

Di perjalanan, korban NFP sempat mengeluarkan buih dari mulutnya. Sampai di rumah sakit, korban di tangani sekitar seperempat jam.

“Pihak rumah sakit mengatakan korban, sudah tidak tertolong lagi. Kata dokter positif kena racun, tapi racunnya apa masih menunggu hasil lab,” kata Bandiman.

SumberKompas.com