Usai diberikan SP3 terkait tunggakan Rp 10,5, pasar Angso Duo Jambi pun terancam di ambil alih oleh Pemprov Jambi, PT EBN pun tak gentar. Mereka siap menyerahkannya pada pemerintah. 

Pasar Angso Duo Terancam Diambil Alih Pemprov, PT EBN: Silahkan!

Berita Bisnis Berita Jambi

BERITA JAMBI – Usai diberikan SP3 terkait tunggakan Rp 10,5 Miliar, pasar Angso Duo Jambi pun terancam di ambil alih oleh Pemprov Jambi, PT EBN tak gentar. Mereka siap menyerahkannya pada pemerintah, jika dengan cara sepihak ini akan di lakukan.

Hal ini di sampaikan langsung oleh Maiful Efendi, Kabag Hukum PT EBN saat di konfirmasi Dinamikajambi.com, Kamis (29/04/2021).

Baca juga : Waspada Maling Jelang Sahur, Lihat Nih Rumah Wartawan TVRI Jambi Kebobolan

Sebelumnya di ketahui, polemik tunggakan uang distribusi pasar Angso Duo, yang di kelola PT EBN atau PT Eraguna Bumi Nusa PT EBN, berlanjut pada SP3 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi.

Pembayaran tunggakan sebesar 10,5 Miliar itu, di beri renggang waktu oleh Pemprov Jambi selama 120 hari kedepan. Jika tidak juga di bayar, maka Pasar Angso Duo terancam di ambil alih oleh Pemprov Jambi.

Tak Cegah Pemprov Ambil Alih Pasar

Menanggapi hal tersebut, PT EBN tak akan menghalangi Pemprov Jambi, untuk mengambil alih pengelolaan pasar Angso Duo itu.

Bilang, jika memang Pemprov Jambi ingin mengambil langkah sepihak, dengan cara tersebut, mereka tidak akan melarang.

Namun, sebelum pasar Angso Duo di ambil alih oleh pemerintah, Kabag Hukum PT EBN itu mengingatkan bahwa persoalan tersebut bukanlah hal mudah. Apalagi, perkara ini adalah arahnya ke ranah perdata.

“Iya akan di ambil alih, silahkan lah. Prosesnya tidak semudah itu,” tegasnya.

Di tambah lagi, alasan mereka  belum melunasi tunggakan tersebut bukan karena tidak mau. Akan tetapi terkendala persoalan izin pengelolaan fasilitas, yang hingga saat ini belum di serah oleh Pemprov Jambi. Sehingga, PT EBN tak memiliki kuasa penuh, untuk menarik iuran dari para pedagang di luar listrik dan keamanan.

Belum lagi soal 3500 Pedagang, yang di janjikan Pemprov untuk mengisi Lapak Pasar tersebut.

“176 Milliar kita keluarkan untuk membangun ini. Coba, yang mana 3500 Pedagang yang di janjikan pemerintah. Ternyata, bukan para Pedagang yang ramai. Malah orang luar,” imbuhnya.

Dewan Evaluasi Pengelolaan Pasar Angso Duo

Terlepas dari itu, saat di singgung soal tata kelola Pasar Angso Duo di tangan PT EBM, yang saat ini jadi sorotan DPRD Provinsi Jambi Maiful pun lagi-lagi angkat bicara.

Bilangnya, dalam persoalan lingkungan, itu adalah hal biasa terjadi di pasar rakyat pada umumnya. Untuk itu, Ia pun menilai bahwa pemerintah harus ikut serta dalam mengelola lingkungan tersebut. Paling tidak, memberikan solusi bagaimana yang terbaiknya.

“Maunya kan pemerintah ikut serta, di bina. Oh harusnya ini begini, oh ini begini, harus di kordinir dong. Kita kan, lingkungan segala macam, ini kan Pasar Rakyat bukan Pasar Modern yang sudah tertata rapi. Namanya juga Pasar Rakyat ya pasti terbuka,” paparnya.

Tak ayal, Ia pun menyayangkan jika ada pihak yang mempersoalkan soal lingkungan, di wilayah kerja PT EBN. Apalagi, menurutnya limbah dari Pasar Angso Duo tersebut, bukanlah bahan kimia yang dapat membahayakan lingkungan sekitar.

Di samping itu, dari pantauan Dinamikajambi.com di lapangan, tampak ada tumpukan sisa sayur yang terkesan tak terurus. Apalagi, di lorong-lorong Pasar nya.

Terkahir, sistem parkirnya pun juga sangat memprihatikan. Padahal ada portal pintu masuk yang terpampang, di depan pasar Angso Duo yang di kelola PT EBN ini. Ada apa?

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

Bahkan, saat di konfirmasi dengan petugas, mereka menyebut tidak pakai karcis. Namun, pembayaran parkir, tetap diminta dengan jumlah nominal Rp 2 ribu per satu kendaraan roda dua.

“Sak ado karcis nyo bang. Biaya parkir 2 ribu,” kata petugas. (Tr01)