Disorot soal tunggakan uang distribusi senilai Rp 10,5 Miliar baru-baru ini, oleh dewan hingga di layangkan Surat Peringatan (SP) III, PT EBN pertanyakan mengenai beberapa hal pada Pemprov Jambi. 

Disorot Soal Tunggakan 10,5 M, Eh PT EBN Pertanyakan Ini Pada Pemprov Jambi

Berita Bisnis Berita Jambi

BERITA JAMBI – Disorot soal tunggakan uang distribusi senilai Rp 10,5 Miliar baru-baru ini, oleh dewan hingga di layangkan Surat Peringatan (SP) III, PT EBN pertanyakan mengenai beberapa hal pada Pemprov Jambi.

Hal ini di sampaikan Maiful Efendi, Kabag Hukum PT EBN saat di konfirmasi Dinamikajambi.com pada Kamis (29/04/2021).

Sebelumnya di ketahui, saat ini tunggakan uang distribusi Pasar Angso Duo yang di kelola PT EBN, tengan ramai di bicarakan. Bahkan, persoalan ini menjadi sorotan DPRD Provinsi Jambi selaku pihak pengawasan di Provinsi Jambi.

Baca juga : Heboh Pasar Angso Duo Nunggak 10,5 Milyar, Begini Tanggapan Ketua DPRD Provinsi

Pemprov Jambi telah melayangkan Surat Peringatan ke-3 pada PT EBN. Di mana, teguran ketiga itu mengharuskan Perusahaan pengelola Pasar Angso Duo, untuk dapat melunasi tunggakan sebesar 10,5 Miliar tersebut.

Betapa tidak, Perusahaan Pengelola Pasar Angso Duo hingga saat ini, belum membayar tunggakan BOT sebesar 10,5 Miliar pada Pemprov Jambi. Tak ayal, hal ini pun jadi polemik. Apalagi, pihak Pengelola sudah di berikan SP III.

Alasan PT EBN Menunggak

Namun, ternyata ketika persoalan tunggakan tersebut di soroti, PT EBN atau PT Eraguna Bumi Nusa, pertanyakan soal Izin Pengelolaan Fasilitas pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, selaku pemilik aset tersebut.

Seperti yang di beberkan Maiful, Ia menjelaskan bahwa sampai saat ini, pihaknya belum menerima Izin Pengelolaan Fasilitas tersebut dari Pemprov Jambi. Sehingga menjadi kendala perusahaan, untuk menyerap iuran rutin dari para Pedagang.

“Kan di sebutkan di pasal 19 itu, harus ada serah terima dulu pembangunan ini 100 persen. Nah, ini sudah kita ajukan ke Pemprov, berita acara ini. Kalau tidak begitu, dari mana kami dapat dana pengelolaan. Kalau bukan dari izin pengelolaan fasilitas Pasar kan,” jelasnya.

Berita lain : Pasar Angso Duo Nunggak 10,5 Milliar, Dewan Dorong Pemprov Ambil Alih

Dampak belum di kabulkan oleh Pemprov Jambi, tentang izin pengelolaan fasilitas tersebut, membuat pihak PT EBN dilema. Betapa tidak, jika hal ini belum di gubris, secara tidak langsung pihaknya tidak bisa menarik uang iuran dari para pedagang. Hasilnya, mereka pun tidak memiliki dana yang cukup, untuk membayar distribusi ini pada pemerintah.

“Jadi serah terima belum, kemudian kita belum ada menarik iuran tentang fasilitas pasar dari pedagang. Dari mana kami mau dapat dana, kemudian dari mana izin pengelolaan kami. Kalau sudah ada izin pengelolaan itu, kami bisa menerapkan iuran fasilitas pasar dari pedagang. Baru bisa dapat duit kan,” tambahnya.

Hanya Menggunakan Izin Usaha Pasar Rakyat dari Kota

Kabag Hukum PT EBN ini pun menyayangkan Pemprov jambi, yang tak kunjung mengeluarkan Surat Izin Pengelolaan Fasilitas tersebut. Padahal, izin itu sangat penting bagi mereka, untuk proses pemasukan mereka.

Akibatnya, karena tak cukup pemasukan yang di terima, maka PT EBN pun sampai saat ini belum bisa melunasi tunggakan sebesar 10,5 miliar tersebut.

Lihat juga video : Ruang Inspirasi Podcast Gawean Dewan, Kades di Merangin Antri Jadi Bintang Tamu

“Ini kan izin usaha pengelolaan, bisa saja dari Kota yang menyampaikan. Izin Usaha Pengelolaan Pasar Rakyat ini kan dari Kota. Sesuai dengan Perpres, sesuai dengan Perda Nomor 15 tahun 2015,” terangnya.

Ia juga menambahkan, bahwa dalam Izin Usaha Pasar Rakyat tersebut, tidak memperbolehkan menarik iuran fasilitas dari Pedagang. Sehingga, sampai saat ini pihaknya hanya menarik iuran listrik dan air, dari para pedagang.

“Belum lah, izin pengelolaan belum ada. Serah terima bangunan belum ada, baru iuran listrik. Wajar kan dia pakai listrik kita kok. Di luar iuran listrik, di luar air tidak ada,” tegasnya.

Pedagang

Selaras dengan hal itu, salah satu pedagang padagang Pasar Angso Duo Jambi, membenarkan soal pembayaran yang di bayar pada pihak PT EBN.

Pedagangan yang enggan namanya di sebut ini menjelaskan, bahwa pihaknya sejauh ini hanya di bebankan tagihan biaya operasional pasar saja. Salah satunya biaya listrik, air, kebersihan, serta keamanan saja.

Pun demikian, ternyata saat ini para pedagang juga di bebankan dengan pembayaran cicilan sebesar 500 Ribu per bulan nya, selama 3 tahun ini.

“Kito di sini kan tempatnyo ngambil kredit dari PT, selamo 3 tahun dengan DP masing-masinglah. Ado yang DP sejuta, tigo juga. Kalau kito ni kemarin DP 3 juta, cicilannyo 500 ribu selamo 3 tahun,” jelasnya menggunakan bahasa daerah.

Baca juga : Diduga Gila, Wanita Ini Hampir Sebulan Terlantar di Pasar Angso Duo Jambi

Lebih lanjut, Ia menjelaskan cicilan tersebut di serahkan kepada perusahaan pengelola, sebagai syarat agar dapat berjualan di Pasar Angso Duo itu.

Setelah melunasi cicilan selama 3 tahun tersebut, pedagang pun dapat menggunakan lapak di pasar itu selama 20 tahun kedepan.

“Cicilan meja selamo 3 tahun, setelah lunas yo masa pakainyo 20 tahun. hak pakai kito,” tutupnya. (Tr01)