Baru-baru ini beredar luas kabar menggegerkan jagat maya, di mana seorang bocah yang mendapat makanan dari wanita misterius tewas usai menyantapnya.

Heboh, Gegara Santap Sate Dari Wanita Misterius, Anak Driver Ojol Ini Tewas

Berita Viral

BERITA VIRAL – Baru-baru ini beredar luas kabar menggegerkan jagat maya, di mana seorang bocah yang mendapat makanan dari wanita misterius tewas usai menyantapnya.

Seorang bocah yang tewas keracunan, setelah makan sate pemberian wanita misterius tersebut merupakan anak dari driver ojek online.

Di ketahui makanan tersebut di bawa ayahnya yang dapat orderan dari wanita tersebut. Namun karena si Customer tak mau menerima pemberian itu, Ia pun memebawa pulang dan memeberikan kepada anaknya.

Baca Juga : Geger, Penemuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Kebun Sawit

Melansir dari detik.com, Driver ojol sekaligus ayah dari bocah yang tewas, setelah memakan takjil yakni Naba Faiz Prasetya (8). Mengaku mendapatkan paket takjil dari seorang perempuan di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta. Ayah korban, Bandiman (47) yang menerima paket takjil itu, yakin anaknya di racun.

Bandiman bercerita, mulanya dia beristirahat di samping sebuah Masjid di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta tepatnya seberang kantor Radio Geronimo, Minggu (25/4). Saat Ia beristirahat, tiba-tiba di datangi seorang wanita.

“Ceritanya itu habis salat asar istirahat di samping Masjid. Terus ada cewek sekitar 25 tahun menghampiri saya, Dia bilang saya tidak punya aplikasi. Tapi saya ingin mengirimkan paket takjil ke Vila Bukit Asri di Bangunjiwo Kapanewon Kasihan, Bantul,” ujar Bandiman, Selasa (27/4/2021).

Bandiman pun menerima permintaan wanita tersebut. Wanita muda itu lalu menanyakan berapa tarif yang harus di bayar.

Berita Lainnya : Viral, Ustadz Abdul Somad Akan Menikahi Gadis Berusia 20 Tahun di Hotel?

“Saya bilang tidak apa-apa. Terus saya di tanya minta berapa terus saya minta Rp 25 ribu dan malah di kasih Rp 30 ribu tidak usah mengembalikan kembaliannya,” ucapnya.

Bandiman pun menyebut wanita itu masih muda dan berparas cantik. Saat mendatanginya, wanita itu mengenakan hijab dan membawa dua kotak makanan berisi sate ayam lontong, dan kotak snack.

Menerima Paket

Usai menerima paket takjil tersebut, Bandiman langsung menuju ke alamat penerima paket di Vila Asri, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Bandiman pun lalu diberi diberi nomor telepon penerima paket takjil bernama Tomy.

“Terus saya bilang kalau saya ke sana ditanyain gimana, dia bilang gini ‘bilang saja untuk yang menerima dari pak Hamid di Pakualaman, untuk paket takjil’,” katanya.

“Sampai sana sepi dan saya telepon pak Tomy. Saya bilang dari Gojek, ini ada paket takjil dari Pak Hamid di Pakualaman. Nah, Pak Tomy bilang saya tidak merasa punya teman yang namanya Hamid Pakualaman e. Apalagi sahabat apa saudara tidak punya, lalu saya telepon ibunya dan ternyata juga tidak kenal,” imbuhnya.

Baca Juga : Kalah Dari Persija di Final Menpora, Kantor Persib Dirusak Suporter

Paket takjil itu lalu dia serahkan kepada yang berada di rumah Tomy. Namun, mereka menolak karena merasa tidak kenal dengan pengirim takjil tersebut.

“Yang ada saat itu ibunya, lalu saya bilang kan sudah jelas, nomor telepon jelas dan nama dituju juga jelas. Tapi dia merasa tidak punya teman dan bilang buat bapak aja untuk buka puasa,” katanya.

Dia lalu melanjutkan perjalanan pulang ke rumah sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu anak keduanya yakni Naba pulang dari TPA membawa gudeg, tapi dia tidak terlalu suka.

Kronologi Keracunan

“Terus saya kasih satenya saja, saya minta 2 langsung saya makan dan anak saya juga makan 2 tidak apa-apa. Istri saya motong lontong, dan di kasih bumbu sate di suapin ke anak saya, anak saya bilangnya pahit panas dan lari ke kulkas minum (air es),” katanya.

“Terus lari ke dapur jatuh dengan posisi telungkup, nah istri saya muntah-muntah dan langsung saya larikan ke Wirosaban. Saat perjalanan itu sudah keluar buih-buih itu, kayak liur itu,” imbuhnya.

Mendapati hal itu, dia langsung membawa anaknya ke Rumah Sakit Wirosaban setelah bakda Maghrib. Namun sampai di rumah sakit nyawa anaknya tidak tertolong.

“Di rumah sakit di pompa terus dan seperempat jam kemudian tidak tertolong lagi,” tuturnya kelu.

Lihat Juga Video : Grebek Pabrik Air Mineral, WIGO PT Afresh Indonesia

Dia pun menduga anaknya menjadi korban keracunan. Dokter yang menangani anak dan istrinya pun mengamini dugaan tersebut.

“Kalau dokternya saat itu bilang positif kena racun. Tapi racun jenis apa masih menunggu hasil lab. Saya tanya polisi masih menunggu hasil laboratorium. Karena kalau racun bisana reaksinya nunggu 2 jam. Nah ini kok langsung bereaksi,” ucapnya.