Dalam upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, di New York warga yang habis di Vaksin dapat hadiah berupa lintingan ganja. Lantas bagaimana dengan Indonesia, yang juga melakukan proses vaksinisasi bertahap pada pejabat hingga masyarakat.

Waw, di New York Habis Vaksin Dapat Hadiah Lintingan Ganja, Kalau Indonesia Apa Ya?

Nasional

BERITA VIRAL – Dalam upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, di New York warga yang habis di Vaksin dapat hadiah berupa lintingan ganja. Lantas bagaimana dengan Indonesia, yang juga melakukan proses vaksinisasi bertahap pada pejabat hingga masyarakat.

Apakah akan di berlakukan sama, sperti di new York yang warganya habis di vaksin dapat hadiah Lintingan ganja?

Baca juga : Tipu Banyak Orang di Medsos, Bidan Cantik Ini Di garap Polisi

Sebagaimana di ketahui, warga New York, Amerika Serikat yang telah di vaksinasi Covid-19, mendapat hadiah unik berupa lintingan ganja.

Menyadur France24, Kamis (22/4/2021), ini adalah perayaan atas pengesahan aturan ganja, yang baru di New York.

Panitia membagikan doobies atau ganja gratis di Manhattan, kepada siapa pun yang membawa bukti, bahwa Ia sudah menerima setidaknya satu suntikan vaksin.

“Ini pertama kalinya kami bisa duduk-duduk, dan secara resmi menyerahkan joints (ganja lintingan),” kata Michael O’Malley, salah satu penyelenggara giveaway ‘Joints for Jabs’ di Union Square.

“Kami mendukung upaya federal untuk menggelar vaksinasi. Dan kami juga berusaha membuat mereka melegalkan ganja secara federal,” katanya kepada AFP.

Penyelenggara memilih 20 April untuk menandai 20/4, hari perayaan tahunan di antara penggemar ganja. Aktivis ganja juga membagikan ganja gratis di Washington DC.

Beberapa orang tampak membentuk antrean yang teratur, ketika lintingan ganja di distribusikan pada pukul 11:00. Seorang wanita memegang papan bertuliskan “pro-vaxx, pro-weed.” tampak di antara mereka.

Harus Menunggu 10 Menit

Warga yang ingin mendapat ganja gratis, harus menunggu paling lama 10 menit di bawah sinar matahari musim semi. Mereka menunjukkan kartu vaksinasi di kertas, atau melalui telepon dan memberikan alamat email.

Hanya ada sedikit verifikasi yang di perlukan, untuk mencegah seseorang mengantri dua kali. “Kami tidak terlalu berhati-hati,” O’Malley mengakui.

Seorang pria merokok ganja dan menunjukkan kartu vaksinasi saat aktivis ganja, membagikan ganja lintingan gratis pada warga New York. (Angela Weiss/AFP)

Sarah Overholt, 38, pergi dengan dua linting ganja di sakunya, setelah menunjukkan kartu vaksinasi miliknya dan ibunya yang berusia 70 tahun.

Berita Lain : Gawat, Bulan Puasa Malah Ngamar di Hotel, Belasan Pasangan di Jambi Di gerebek Polisi

Untuk Overholt, mariyuana dan vaksin sama-sama penting. “Saya merokok setiap hari, dan saya menjadi orang yang lebih baik jika saya merokok (Ganja). Percayalah,” katanya sambil tersenyum.

Pada 31 Maret, Gubernur New York, Andrew Cuomo menandatangani undang-undang yang mengizinkan orang dewasa berusia 21 tahun ke atas, untuk membeli ganja dan menanam tanaman untuk konsumsi pribadi di rumah.

SumberSuara.com