Merupakan sebuah hari peringatan untuk masyarakat Indonesia, yang jatuh pada setiap tanggal 21 April. Di mana seorang pejuang emansipasi wanita, hingga terciptalah sebuah lagu Ibu Kita Kartini, berikut merupakan makna serta sejarahnya.

Pejuang Emansipasi Wanita Indonesia, Ini Sejarah dan Makna Lagu Ibu Kita Kartini  

Nasional

BERITA NASIONAL – Merupakan sebuah hari peringatan untuk masyarakat Indonesia, yang jatuh pada setiap tanggal 21 April. Di mana seorang pejuang emansipasi wanita, hingga terciptalah sebuah lagu Ibu Kita Kartini, berikut merupakan makna serta sejarahnya.

Seperti yang kita ketahui, lagu dengan judul Ibu Kita Kartini sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Lagu yang dibuat oleh seorang pencipta lagu terkenal, Wage Rudolf Soepratman itu memiliki makna mendalam tentang perjuangan Raden Ajeng Kartini semasa hidupnya.

Baca Juga : 16 Tahun Jadi Nakes, Begini Kisah Nani, Dokter Perempuan di Tanjabbar

Kemudian tanggal kelahiran RA Kartini, yakni tanggal 21 April di peringati sebagai Hari Kartini. Saat perayaan, lagu tersebut juga tak pernah terlewatkan di nyanyikan.

Lalu bagaimana sejarah lagu Ibu Kita Kartini yang melegenda?

Dibuat Saat Kongres Pemuda

Di ciptakannya Lagu Ibu Kita Kartini oleh Wage Rudolf Supratman, terjadi saat Kongres Wanita Indonesia di laksanakan pada 22 Desember 1929.

Selanjutnya saat Kongres di laksanakan, perjuangan wanita kelahiran Jepara, Raden Ajeng Kartini di sorot. Terlebih tulisan-tulisannya yang di muat dalam buku Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang), yang di susun seorang Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda, J.H Abendanon menyita perhatian.

Di ketahui buku tersebut di terbitkan pada tahun 1911, dengan Bahasa Belanda. Sehingga, banyak warga pribumi yang saat itu kesulitan membacanya. Pada tahun 1912, buku tersebut kemudian di terbitkan dalam bahasa melayu, dan di beri judul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran’.

Berita Lainnya : Gawat, Bulan Puasa Malah Ngamar di Hotel, Belasan Pasangan di Jambi Digerebek Polisi

Dari situlah rasa penasaran seorang WR Supratman di mulai. Ia pun membaca buku tersebut, dan memutuskan menciptakan lagu nasional tersebut.

Sementara itu WR Supratman juga berharap, lagu yang di ciptakannya bisa menjadi contoh wanita Indonesia untuk mengikuti perjuangan Kartini.

“Alangkah baiknya saya mengubah lagu untuknya, agar wanita Indonesia lebih mengenal dan mengikuti jejaknya. Serta menghargai jasa-jasanya,” demikian di sampaikan WR Supratman, yang di kenal menciptakan berbagai lagu nasional.

Judul Raden Ajeng Kartini

Menurut sejumlah sumber, lagu Ibu Kita Kartini yang sekarang kita dengarkan bukanlah judul asli karangan WR Supratman. Di sebutkan judul tulisan tersebut di beri ‘Raden Ajeng Kartini’

Meski begitu, belum di ketahui pasti kapan judul dari Lagu Ibu Kita Kartini itu mengalami perubahan.

Lihat Juga Video : Profil Maria Magdalena Tampubolon, Dewan 3 Periode Kota Jambi

Selain itu di ketahui pula hari lahir Kartini pada 21 April, di peringati sebagai Hari Kartini. Hal ini  tertuang dalam instruksi Keputusan Presiden Republik Indonesia No 108 Tahun 1964, pada tanggal 2 Mei 1964. Presiden Soekarno juga menetapkan Kartini, sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Sumber : detik.com