Seorang pegawai rumah sakit siloam palembang, menjadi korban penganiayaan keluarga pasien yang di rawat di RS tersebut. Entah apa penyebabnya, wanita malang ini di tampar, hingga di tendang oleh lelaki itu.

Geger, Pegawai Rumah Sakit Siloam Palembang, Dianiaya Keluarga Pasien, Kok Bisa?

Berita Viral

BERITA HUKRIM – Seorang pegawai rumah sakit siloam palembang, menjadi korban penganiayaan keluarga pasien yang di rawat di RS tersebut. Entah apa penyebabnya, wanita malang ini di tampar, hingga di tendang oleh lelaki itu.

Tak terima dengan prilaku ayah dari pasien yang telah menganiaya dirinya tersebut, pegawai RS siloam ini, membawa kasus itu ke jalur hukum.

Ia yang hanya sebagai pegawai di rumah sakit Siloam Palembang itu, tiba-tiba di aniaya oleh keuarga pasien. Padahal, ia tidak tahu apa duduk masalahnya.

Baca juga : Ugal-Ugalan di Jalan, Bus Serempet dan Lindas Gadis 19 Tahun Hingga Tewas

Kristina Ramauli (28), warga Komplek Griya Sukajadi Permai, Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, mendatangi Polrestabes Palembang. Hal ini untuk melaporkan JS, yang telah menganiaya.

Korban merupakan pegawai RS Siloam Sriwijaya Palembang, yang dianiaya JS yang merupakan keluarga pasien yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut.

Pasien di rawat di dalam ruangan IPD 6 Kamar 6026 RS Siloam, Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 13.40 WIB.

Kepada petugas, korban menjelaskan awalnya pelaku JS memanggil korban, untuk menemuinya di lokasi. Sesampainya, korban bersama saksi CH mendatangi pelaku.

“Di sana pelaku bertanya kepada saya bagaimana bisa mencabut infus dari tangan anaknya, belum sempat di jawab dia langsung menampar wajah saya sebelah kiri. Bukan itu saja, pelaku juga menendang perut saya ketika saya berlutut di hadapannya. Teman saya CH yang ada di sana, langsung melerai dan membawa saya pergi,” jelas korban, Jumat (16/4/2021).

Berita lainnya : Geger, Wakapolsek Di gerebek Warga Saat Nyelinap Masuk Ke Rumah Istri Orang Malam-Malam

Sementara itu, Kasubag Humas Polrestabes Palembang , Kompol Moch Abdullah membenarkan adanya laporan korban. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan.

“Laporannya sudah kami terima dan kini masih dalam proses penyelidikan unit Reskrim,” ucap Kompol Moch Abdullah.

Sumber : SINDOnews.com