Entah apa yang merasuki oknum guru ini, yang tega doakan muridnya meninggal dunia. Padahal, Ia selaku tenaga didik harusnya memberikan dan melakukan sesuatu yang baik, bagi anak-anak yang diajarinya. Bukan malah memberikan contoh yang demikian.

Astaga, Seorang Guru Tega Doakan Muridnya Meninggal Dunia

Berita Viral Nasional

BERITA VIRAL – Entah apa yang merasuki oknum guru ini, yang tega doakan muridnya meninggal dunia. Padahal, Ia selaku tenaga didik harusnya memberikan dan melakukan sesuatu yang baik, bagi anak-anak yang diajarinya. Bukan malah memberikan contoh yang demikian.

Tak ayal, sikap seorang guru yang doakan muridnya meninggal dunia ini, menjadi sorotan publik.

Baca juga : Terpental Hingga Terseret, 2 orang Tewas Di tabrak Oknum PNS

Berita lain : Sepatu Siswi Di tahan Sekolah, Dewan Provinsi Datangi SMAN 8 Merangin

Seperti di ketahui, Kelakuan seorang oknum guru di Nusa Tenggara Barat benar-benar kelewatan. Betapa tidak, oknum guru honorer di SMAN 1 Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima itu mendoakan muridnya meninggal dunia.

Percakapan whatsapp itu, viral di media sosial dan jadi bahan perbincangan.

Di lansir Suara.com, peristiwa itu bermula saat saat seorang siswa yang melakukan konvoi kelulusan, mengalami kecelakaan tunggal. Lalu, oknum guru tersebut mendoakan supaya mampus atau mati.

Pernyataan itu terungkap dalam percakapan WhatsApp, yang kemudian di capture lalu di bagikan di media sosial.

Beberapa lama berselang, muncul unggahan percakapan WhatsApp yang berisi komentar Agus, yang di duga guru siswa tersebut. Ia mendoakan agar siswa tersebut meninggal.

“Ktx ada yg kecelakaan tunggal di rujuk ke rumah sakit bima. Mudahan mampus,” kata Agus dalam percakapan WhatsApp.

Setelah itu, tak lama, murid yang kecelakaan tersebut meninggal dunia dalam perawatan tim medis.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Aidy Furqan akan menelusuri oknum guru honorer di Kabupaten Bima tersebut.

Baca juga : Kapolres Muaro Jambi, Kukuhkan Polsek Sungai Gelam dan Bahar Selatan

Berita lain : Tak Ada Aturan Pungut Biaya Pembangunan, Disdik Akan Panggil Kepsek SMA 8 Merangin

Aidy akan meminta Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikbud Bima, untuk menelusuri oknum guru tersebut. Apabila informasi yang beredar benar, maka oknum guru akan di berikan pembinaan tegas.

“Nanti saya minta KCD Bima, untuk mericek informasi ini dan apa yang menjadi pemicu sikap guru tersebut. Jika itu benar di lakukan oknum guru, maka kami akan lakukan pembinaan serius,” katanya.

Tak Layak Di Lakukan Guru

Selain itu, Aidy Furqan mengatakan, sikap mendoakan murid meninggal dunia tidak dapat di benarkan. Apalagi, di lakukan seorang tenaga pendidik.

“Terkait sikap guru yang mendoakan anak muridnya celaka, tentu tidak patut di lakukan seorang pendidik,” ujarnya.

Kendati demikian, Aidy juga tidak membenarkan konvoi kelulusan yang di lakukan siswa.

Berita lain : Telat Bayar SPP Sekolah, Sepatu Siswa di SMAN 8 Merangin Di tahan

“Saya sayangkan kejadian tersebut, yang bermula dari aksi konvoi kelulusan. Seharusnya hal ini tidak terjadi dan tidak di lakukan anak-anak sekolah. Karena apa yang mau di rayakan dengan konvoi tersebut, mengingat kelulusan juga belum di umumkan,” tambahnya.

“Jadwal kelulusan nanti awal Mei 2021, sehingga saat ini anak-anak kelas akhir masih ada yang mengikuti proses ujian akhir kelulusan. Semoga kejadian ini tidak terulang di sekolah lainnya,” tukasnya.

 

Sumber : Suara.com