Sebanyak 24 orang termasuk ASN lain jadi korban otak bulus Oknum ASN cantik penipu yang bertugas di BPR. Bahkan, uang ratusan juga pun melayang di buatnya.

Janjikan Pekerjaan Hingga Naik Jabatan, Oknum ASN Cantik Penipu Ini Digelandang Polisi

Berita Viral Hukrim Nasional

BERITA VIRAL – Sebanyak 24 orang termasuk ASN lain jadi korban otak bulus Oknum ASN cantik penipu yang bertugas di BPR. Bahkan, uang ratusan juga pun melayang di buatnya.

Tak ayal, oknum ASN Cantik penipu yang bertugas di BPR tersebut di gelandang polisi dan terancam 4 tahun penjara.

Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung di tangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandarlampung. Hal ini karena kasus penipuan terhadap puluhan orang.

Baca juga : Heboh, Oknum PNS Selingkuh Dengan 2 Pria Dapat Sanksi Turun Jabatan

“Nyonya berinisial L ini, telah melakukan penipuan terhadap 24 orang dengan keuntungan penggelapan yang di hasilkan mencapai Rp 569 juta,” kata Wakil Kepala Satreskrim Polresta Bandarlampung Iptu Djoni Apriyadi, di Bandarlampung, Sabtu (3/4/2021).

Janjijan Jadi Honorer di Satpol-PP

Dia juga menjelaskan, bahwa modus yang di lakukan nyonya L yang merupakan warga Bandarlampung itu, menipu dengan berdalih dapat memasukkan orang-orang yang di tipu tersebut, menjadi honorer Satuan Polisi Pamong Praja di Provinsi Lampung.

“Dia meminta uang sebesar Rp 30 juta sampai Rp 40 juta per kepala, kepada orang-orang yang di janjikan masuk honor di Sat Pol PP,” katanya sebagaimana di lansir Suara.com.

Selain itu, lanjut dia, pelaku juga menipu seorang ASN lainnya dengan menjanjikan bisa mengurus kenaikan pangkat/jabatan, atau golongan PNS tersebut. Kali ini, dengan biaya yang di minta sebesar Rp 140 juta.

“Ada satu korbannya yang di tipu, di janjikan naik pangkat ke eselon,” katanya lagi.

Tak hanya itu, Ia pun menjelaskan kembali bahwa setelah uang di transfer ke rekening pelaku oleh para korban. Namun hingga waktu yang di janjikan, tidak ada satu pun dari mereka yang menjadi honorer atau pun naik pangkat.

“Berdasarkan keterangan pelaku, dana yang di terimanya di pakai untuk keperluan pribadi,” kata dia.

Djoni pun mengatakan, bahwa kasus penipuan tersebut masih akan di lakukan pengembangan. Selain itu, juga masih mendalami perkaranya lebih spesifik lagi.

“Atas kasus tersebut, pelaku di jerat dengan Pasal 378 dan atau 372 KUHP, tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana 4 tahun penjara,” kata dia lagi.

Sumbersuara.com