Baru-baru ini sebuah kabar menghebohkan beredar, di mana seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) perempuan, selingkuh dengan 2 pria hingga berakhir turun jabatan.

Heboh, Oknum PNS Selingkuh Dengan 2 Pria Dapat Sanksi Turun Jabatan

Berita Viral

BERITA VIRAL – Baru-baru ini sebuah kabar menghebohkan beredar, di mana seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) perempuan, selingkuh dengan 2 pria hingga berakhir turun jabatan.

Berita Oknum PNS yang selingkuh dengan 2 pria ini jelas menggegerkan masyarakat. Pasalnya, mereka yang harusnya menjadi panutan masyarakat, malah melakukan hal yang tidak pantas.

Seorang perempuan yang berstatus PNS di Pemkab Kudus berinisial Y (43), di ketahui terlibat perselingkuhan. Bahkan Y yang merupakan istri pejabat pemerintah setempat selingkuh dengan lebih dari satu pria.

Baca Juga : 11 Pelajar SMP dan SMA Diamankan di Kamar Hotel, Diduga Terlibat Prostitusi

Total sebanyak lima aparatur sipil negara atau ASN Pemkab Kudus, mendapat sanksi berupa penundaan kenaikan gaji secara berkala dan penundaan kenaikan pangkat selama tiga tahun. Sanksi itu mereka peroleh karena kedapatan melanggar aturan sebagai ASN.

“Dari kelima ASN tersebut, ada yang [mendapat sanksi] karena melakukan perselingkuhan. Mangkir kerja, pelanggaran disiplin serta melakukan perceraian tanpa izin,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus, Catur Widyatno, Sabtu (3/4/2021).

Ia mengungkapkan berkas usulan pemberian sanksi, terhadap kelima ASN tersebut sudah di ajukan ke Kementerian Dalam Negeri pada awal Januari 2021.]

Berita Lainnya : Fakta Baru Wanita Penyerang Mabes Polri, Tertutup Hingga Dikeluarkan Dari Kampus

Khusus ASN yang terbukti melakukan perselingkuhan, melibatkan oknum aparat TNI. Pihak Denpom Salatiga, juga sudah melakukan pemberkasan meski akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia.

Terlibat Perselingkuhan

ASN yang terlibat perselingkuhan, selanjutnya di usulkan di jatuhi sanksi penurunan pangkat dan tidak akan ada kenaikan selama tiga tahun. Serta, tidak mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) selama setahun.

“Akan di evaluasi apakah sudah ada perubahan atau masih melakukan pelanggaran terhadap aturan sebagai ASN. Jika masih melanggar, tentunya sanksi pemberian TPP bisa di perpanjang,” ujar Kepala BKPP Kudus.

Demikian halnya ASN lain, yang juga melakukan pelanggaran kedisiplinan sebagai ASN akan ada evaluasi apakah masih mengulang pelanggaran serupa atau tidak. Sejumlah ASN yang melanggar disiplin, di temukan justru ketika di gelar razia di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Dengan demikian, tingkat kedisiplinan ASN masih ada yang belum menerapkan aturan dengan benar, meskipun sudah di atur sedemikian rupa dengan sistem masih terjadi pelanggaran.

Lihat Juga Video : Bupati Wanita Jago Offroad, Jajal Jalur Ekstrim Adhyaksa Adventure

“Saat ini sudah ada absensi sidik jari di masing-masing OPD. Ternyata siang harinya mangkir, dari kerja dan baru kembali sore hari ketika absen pulang,” ujarnya.

Pelaksana tugas Bupati Kudus, Hartopo ,mengingatkan semua ASN di Kabupaten Kudus agar terbuka dengan keluarganya. Sehingga rumah tangga tetap utuh, dan harmonis serta tidak sampai terjadi kasus perselingkuhan.

Sumber: suara.com