Warga ngadu dan keluhkan kelangkaan Gas Bersubsidi pada Dewan, di mana mereka menilai hal tersebut di karenakan ulah oknum pangkalan yang nakal. Tanggapi perkara ini, Kadisperindag Kota Jambi Komari angkat bicara, usai menghadiri kegiatan Reses DPRD Kota Jambi Kamis (01/04/2021).

Warga Ngadu ke Dewan Soal Gas, Kadisperindag: Laporkan Pada Kami

Berita Bisnis Berita Jambi

BERITA JAMBI – Warga ngadu dan keluhkan kelangkaan Gas Bersubsidi pada Dewan, di mana mereka menilai hal tersebut di karenakan ukah oknum pangkalan yang nakal.

Tanggapi perkara ini, Kadisperindag Kota Jambi Komari angkat bicara, usai menghadiri kegiatan Reses DPRD Kota Jambi Kamis (01/04/2021).

Baca juga : Dis koperindag Muaro Jambi Antisipasi Kelangkaan Gas Subsidi, Berikut Langkahnya

Sebelumnya di ketahui, dalam reses Waka DPRD Kota Jambi Pangeran Simanjuntak, Kamis (1/04/2021) banyak warga yang mengeluh soal susahnya mendapat gas Elpiji 3 Kilogram itu.

Padahal, Ia sudah memiliki kartu dari pemerintah untuk mendapatkan Gas elpiji yang sudah diberikan subsidi bagi masyarakat kategori tidak mampu. Bukan cuma itu, mereka juga ngeluh soal kelangkaan gas 3 Kg ini.

Bukannya di permudah, bilang warga dalam reses itu, mereka malah terkesan di persulit oleh oknum saat datang ke pangkalan Gas 3 Kg melon ini. Benarkah hal ini terjadi di sinyalir oleh ulah nakal oknum pangkalan gas?

Tak ayal, warga pun ngadu ke dewan soal susahnya memperoleh gas bersubsidi tersebut. Bahkan mereka menduga, di situ ada permainan di pangkalan, yang di sinyalir untuk melakukan penimbunan. Sehingga, selalu terjadi kelangkaan. Padahal pertamina selalu menambah stok kebutuhan, tapi kok Gas langka ini.

Sontak mendengar keluhan tersebut, usai kegiatan Reses anggota DPRD Kota Jambi yang di hadiri langsung oleh Kadisperindag Kota Jambi, angkat bicara.

Komari

Komari mengatakan, apabila hal tersebut warga di harapkan warga dapat melapor langsung pada pihaknya. Pun demikian, setelah mendapat laporan nanti, Ia beserta tim akan turun ke lapangan.

” Nanti kalau ada masyarakat yang sudah punya kartu, tetapi tidak berikan gas oleh pangkalan. Nanti segera lapor ke dinas. Otomatis kita akan turun melihat kebenarannya,” tegasnya.

Tak hanya itu, Ia juga menghimbau pada warga apabila di temukan pangkalan yang membanderol harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sebesar 17.000 Rupiah. Hal ini agar warga tak sungkan-sungkan, untuk melaporkan pada Dinas Perindustrian dan perdagangan.

“Harga juga harus menjual harga HET, makanya kalau ada hal-hal seperti itu langsung lapor, ” imbuhnya.

Terakhir, Kadis menghimbau pada seluruh pangkalan untuk lebih tertib.

Lihat juga video : Viral Tabrak Wanita, Pria Bawa Fortuner Todong Senjata ke Warga Duren Sawit

Tak tanggung-tanggung, jika di temukan ada yang nakal, maka pihaknya akan beri sanksi berat hingga cabut izin pangkalan.

“Pangkalan gas kita himbau untuk menjual gas sesuai HET. Kemudian, harus melayani warga yang punya kartu pelanggan, karena itu jaminan. ” tutupnya.
(Tr01)