Akhir-akhir ini banyak kata-kata baru, dari kalangan warganet. Salah satunya yang lagi viral adalah Ghosting, buat kamu yang sering di perlakukan seperti ini ternyata ada tips  untuk hadapi langsung dengan pelaku.

Lagi Viral, Ini Tips Buat Hadapi Pelaku Yang Suka Ghosting

Nasional

BERITA NASIONAL – Akhir-akhir ini banyak kata-kata baru, dari kalangan warganet. Salah satunya yang lagi viral adalah Ghosting, buat kamu yang sering di perlakukan seperti ini ternyata ada tips  untuk hadapi langsung dengan pelaku.

Istilah ghosting kembali jadi sorotan banyak netizen. Pasalnya, perilaku ini di sebut-sebut banyak membuat hubungan berakhir tanpa komunikasi yang jelas.

Ghosting merupakan kejadian, saat seseorang tiba-tiba mengakhiri komunikasi dengan yang lainnya tanpa penjelasan.

Baca Juga : Kisah Cinta Kaesang Trending Topic Twitter, Warganet : Anak Presiden Bisa Ghosting

Perilaku ghosting dapat menyakiti korban, hal ini juga di jelaskan oleh psikolog pro Help Center Nuzulia Rahma Tristinarum. Bahkan menurutnya, ‘korban’ ghosting sering berakhir tak percaya diri hingga selalu merasa cemas.

Menurut Rahma yang juga seorang konselor perempuan dan kesehatan mental keluarga, ada beberapa tips yang bisa di lakukan saat hadapi pelaku ghosting. Apa saja?

Simak tips-tips nya seperti berikut.

  1. Cari tahu informasi tentang pelaku dari orang-orang terdekat mereka.
  2. Menyiapkan mental untuk kondisi terburuk
  3. Memberi batasan waktu untuk diri sendiri sampai kapan harus menunggu dan kapan saat harus melepaskan.
  4. Memberi pesan pada pelaku ghosting maupun orang terdekatnya tentang batasan waktu yang sudah ditetapkan untuk menunggu kejelasan.
  5. Tetap menghargai diri sendiri, tidak perlu menyalahkan diri sendiri, apalagi dengan alasan yang belum jelas.

Pelaku ghosting juga sebenarnya bisa memperbaiki kebiasaan mereka. Bukan tidak mungkin kalau sifat ghosting bisa dirubah dengan mulai memiliki mental tanggung jawab.

Lihat Juga : Sukses Bukanlah Keberuntungan, Atau Kebetulan

“Tidak lari saat ada situasi yang tidak nyaman,” pesan Rahma.

“Berlatih mengkomunikasikan perasaan. Mengkomunikasikan perasaan merupakan skill yang berbeda dari skill komunikasi sehari hari dan skill komunikasi dalam pekerjaan,” katanya.

Tahap terakhir, yang mungkin terdengar sulit adalah berani memutuskan apa yang sebaiknya harus berakhir dengan hubungan yang masih bisa di pertahankan. Hal ini di karenakan pelaku ghosting seringnya tak sadar meninggalkan sebuah ‘harapan’ pada pasangan mereka karena tak ada komunikasi yang jelas.

“Belajar berani melepaskan sesuatu dan berani memilih,” tutupnya.

Sumber : detik.com