Entah apa yang merasuki pria ini, seorang ayah di Mestong Kabupaten Muaro Jambi, tega tindih anak kandungnya hingga hamil 7 bulan.

Modus Minta Dipijit, Seorang Ayah di Mestong Tindih Anak Kandung Hingga Hamil

Berita Jambi Berita Viral Hukrim

BERITA MUARO JAMBI – Entah apa yang merasuki pria ini, seorang ayah di Mestong Kabupaten Muaro Jambi, tega tindih anak kandungnya hingga hamil 7 bulan.

Tak ayal, perbuatan seorang ayah di Mestong yang tega tindih anak kandungnya hingga hamil ini, di jerat hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar.

Baca juga : Polsek Jaluko Ringkus 3 Pelaku Curanmor, Warga Di imbau Datang ke Mapolsek?

Hal ini di benarkan oleh Kapolsek Mestong Iptu Shirlen Noviani, melaui Kasubag Humas Polres Muaro Jambi AKP Amradi, saat di konfirmasi pada Kamis (04/03/2021).

Seperti di ketahui, baru-baru ini Polsek Mestong Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (04/03/2021) berhasil mengamankan 1 orang pelaku yang tega menyetubuhi anak kandungnya, yang masih di bawah umur.

Pelaku yang merupakan seorang laki-laki berinisial HER (35), warga Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Pelaku berhasil di ringkus pada tanggal 28 Februari 2021 lalu, sekitar pukul 20.00 wib di kediaman pelaku.

Dari keterangan polisi di sampaikan, kejadian ayah setubuhi anak dibawah umur ini bermula pada bulan April 2020, sekira pukul 07.00 wib yang lalu.

Saat itu, korban yang tak lain adalah remaja usia 14 tahun inisial RA, di minta oleh pelaku untuk memijitnya di dalam kamar. Namun mirisnya, sang bapak malah berbuat hal yang tak senonoh terhadap anaknya tersebut, hingga nekat melakukan persetubuhan.

“Kemudian pelaku memegang tangan korban dan membaringkan korban, lalu menyetubuhi korban pada saat kejadian situasi rumah sedang kosong dan sepi. Ibu korban saat itu sedang kerja memotong karet,” terangnya.

Dari kejadian hari itu, si bapak ini malah seperti keenakan, hingga terus melancarkan aksi bejatnya tersebut berulang kali. Tak ayal, sang anak pun hamil hingga 7 bulan.

“Pelaku sudah sering melakukannya, saat rumah sepi. Sehingga korban hamil 7 bulan,” tambahnya.

Ibunya Curiga

Kehamilan bocah malang ini baru di ketahui oleh ibunya, karena perubahan tubuhnya yang mulai membuncit. Setelah di tanya, korban mengakui telah di setubuhi oleh bapaknya, setiap rumah dalam keadaan sepi.

Tak terima dengan perbuatan sang suami, Ibu korban akhirnya melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek Mestong.

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

Berdasarkan laporan tersebut, pihak Polsek mestong langsung turun ke lapangan. Terakhir melakukan menangkap pelaku pada Minggu 28 Februari 2021, sekitar pukul 20.00 WIB di lokasi. Selanjutnya, tersangka di proses lebih lanjut, di Mapolsek Mestong.

Atas perbuatannya pelaku di jerat pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat 2 dan 3, UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002. Ini tentang perlindungan anak, sebagaimana telah di ubah dengan undang-undang RI nomor 17 tahun 2016. Yakni tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun serta denda Rp 5 miliar. (*/Red)