Banyak cara seseorang mengabdi kepada Tanah Kelahirannya, karena jalan untuk berdedikasi pada negeri tak melulu bicara soal Politik. Setelah 10 tahun lamanya menimba ilmu di Negeri Jiran. Pria lulusan S3 Government and Politics Universitas Putra Malaysia ini, bertekad perkenalkan buah asal Kerinci dengan mendirikan usaha Gudang Jeruk Gerga.

Kembali ke Tanah Air, Dori Efendi Perkenalkan Jeruk Gerga Asli Kerinci

Berita Bisnis

BERITA BISNIS – Banyak cara seseorang mengabdi kepada Tanah Kelahirannya, karena jalan untuk berdedikasi pada Negeri tak melulu bicara soal Politik. Setelah 10 tahun lamanya menimba ilmu di Negeri Jiran. Pria lulusan S3 Government and Politics Universitas Putra Malaysia ini, bertekad perkenalkan buah asli Kerinci dengan mendirikan usaha Gudang Jeruk Gerga.

Kesehariannya sebagai Akademisi yang telah memiliki jam terbang ‘Internasional’, meski begitu, tak membuat langkahnya malu untuk perkenalkan kekayaan alam tanah kelahirannya.

Baca Juga : Drip Kawo, Kopi Khas Jambi Khusus Traveller Praktis Tinggal Seduh

Hal ini di latarbelakangi, kata Dori, ingin merubah cara pandang masyarakat bahwa mengenyam pendidikan tinggi tidak harus bekerja di ruangan AC. Namun, prinsipnya ilmu yang di dapat mampu menciptakan perubahan, sesederhana mungkin di mulai dari tanah kelahiran.

“Nah hari ini ada varian baru jeruk asli Kerinci, nantinya bisa menjadi mata pencaharian baru bagi Petani di Kerinci. Artinya masyarakat tidak lagi harus berfokus pada komoditi kayu manis lagi, yang mana prosesnya lama,” ungkap Dori.

Di ketahui, bilangnya, Jeruk Gerga asli Kerinci ini hanya memakan waktu sekitar 4 tahun menuju masa panen. Berbeda dengan komoditas andalan lainnya, misal kayu manis, yang memakan waktu diatas 10 tahun.

Di sisi lain, Ia beranggapan kekayaan alam asli Kerinci ini tidak kalah saing dengan jeruk asal luar negeri. Pasalnya, dari segi ukuran dan bulir-bulir jeruk gerga juga mengandung banyak air, mengeluarkan aroma khas.

Lihat Juga : Jokowi Minta Jangan Sibuk Buat Aturan Soal Bencana, Ini Kata Pj Gubernur Jambi

“Aroma gerga, atau aroma sunkist nya itu khas, tidak kalah saing dengan jeruk-jeruk dari China sana,” jelasnya pada Dinamikajambi.com, Rabu (03/03/2021)

Per kilonya jeruk Gerga kualitas premium di banderol dengan harga 25.000, sementara jeruk madu di banderol harga 13.000.

Habiskan Stok 1 Ton Per Hari

Seolah telah memprediksi, masuknya wabah pendemi Covid-19 ke Indonesia awal Maret 2020. Akademisi yang juga Korwil Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Provinsi Jambi ini, malah kewalahan menghadapi pembeli.

Pasalnya, kebutuhan vitamin C masyarakat kini sangat tinggi guna menjaga imun tubuh antisipasi penularan Covid-19, sehingga usaha gudang Jeruknya sempat menghabiskan stok 1 Ton per harinya.

“Malahan hari ini di Provinsi Jambi, kita kekurangan stok untuk di jual, di awal pendemi kita mampu menghabiskan 1 ton per hari, tetapi sekarang stok hanya mencukupi 400 kilo perhari, sementara kebutuhan masyarakat masih tinggi,” imbuh Dori Efendi.

Lihat Juga Video : Profil Maria Magdalena Tampubolon, Dewan 3 Periode Kota Jambi

Sementara itu Ia juga bertekad ingin membuka pangsa pasar baru soal soal Jeruk Gerga, guna perkenalkan komoditas asli Kerinci hingga kanca Internasional. Dirinya juga menjelaskan, buah tersebut telah di lirik pembisnis dari Pulau Jawa dan Bali.

“Mengabdilah kepada tanah, karena tanah adalah sumber segalanya,” tutup Dori Efendi.