Baru-baru ini media sosial di hebohkan dengan tersebarnya sebuah video pengakuan gadis yang di paksa untuk menari tanpa menggunakan busana oleh oknum polisi.

Heboh, Oknum Polisi Paksa 4 Gadis Menari Tanpa Busana

Berita Viral Hukrim

BERITA VIRAL – Baru-baru ini media sosial di hebohkan dengan tersebarnya sebuah video pengakuan gadis yang di paksa untuk menari tanpa menggunakan busana oleh oknum polisi.

Peristiwa oknum polisi paksa 4 gadis untuk menari tanpa busana ini gegerkan jagat maya. Yang seharusnya menjadi panutan masyarakat, malah berbuat tidak pantas.

Kasus ini kemudian menjadi masalah serius, dan pemerintah pun turun tangan serta berjanji akan mengusut tuntas hal tersebut.

Baca Juga : Terciduk Bawa 5 Kg Sabu, Mantan Anggota DPRD Ini Terancam Pidana Mati

Di ketahui Empat gadis di India ini, menjadi korban pelecehan seksual oleh polisi. Dengan cara mereka di paksa untuk menari bugil, di sebuah asrama yang di kelola pemerintah.

Dalam video tersebut dan laporan media lokal, sejumlah wanita mengaku di paksa untuk telanjang, dan menari di hadapan polisi dengan dalih untuk pemeriksaan.

Beberapa gadis dari sebuah asrama di Jalgaon, mengeluh bahwa orang-orang dari luar dan polisi di izinkan memasuki fasilitas tersebut.

Bentuk Komite Tingkat Tinggi

Menteri Dalam Negeri Anil Deshmukh mengatakan bahwa, pemerintah Maharashtra telah membentuk komite tingkat tinggi beranggotakan empat orang. Untuk melakukan penyelidikan, atas insiden tersebut.

Kemudian Menteri Anil Deshmukh ini, membuat pengumuman di Majelis negara bagian setelah masalah tersebut di angkat oleh pihak oposisi.

Lihat Juga : Viral, 2 Remaja Perempuan Baku Hantam Gegara Rebutan Pacar

“Ini adalah insiden yang sangat di sayangkan. Sebuah komite pejabat tingkat tinggi, yang beranggotakan empat orang telah di bentuk untuk melakukan penyelidikan. Mereka telah di minta, untuk menyerahkan laporan dalam dua hari. Tindakan akan di ambil sesuai aturan, setelah laporan itu di serahkan,” kata Deshmukh.

Pemimpin BJP Sudhir Mungantiwar, menuduh pemerintah Maharashtra bahwa mereka tidak serius atas masalah tersebut.

Sementara itu, Mungantiwar menuduh pemerintah hanya memperhatikan kejadian seperti itu, dan menyerukan tindakan lebih tegas.

“Semua informasi, tentang insiden itu telah di ambil. Seluruh rekaman video dan dokumen lainnya di cari, dan pernyataan sedang di rekam,” jelas Anil Deshmukh membantah tuduhan dari opsisi.

Menanggapi hal itu, Mungantiwar mengatakan Polisi sudah memiliki semua informasi tentang kejadian tersebut.

“Jika mesin polisi tidak akan mengambil informasi, setelah menghabiskan 15.000 crore rupee (Rp 29,3 triliun). Mengapa pemerintah ini?,” kata pemimpin BJP itu.

Lihat Juga Video : Profil Maria Magdalena Tampubolon, Dewan 3 Periode Kota Jambi

Selanjutnya pemimpin BJP Devendra Fadnavis mengatakan, ada rekaman video dan itu akan menjadi kasus yang berbeda seandainya itu hanya laporan berita.

“Klip video seorang gadis yang di paksa menari. Setelah menelanjanginya adalah masalah serius. Harapan kami adalah, Anda segera mengambil tindakan secara sensitif,” tegas Devendra.

Sumber : suara.com