Siapa yang tak mengenal Kota Pendidikan Yogyakarta, yang penuh sejarah dengan bangunan klasik khas keraton. Begitulah inspirasi Rozen, dirikan Warung Kopi Klotok di kawasan kampus Universitas Jambi (Unja) Mendalo.

Rindu Suasana Jogja, Rozen Dirikan Warung Kopi Klotok Jambi

Berita Bisnis

BERITA BISNIS – Siapa yang tak mengenal Kota Pendidikan Yogyakarta, yang penuh sejarah dengan bangunan klasik khas keraton. Begitulah inspirasi Rozen, dirikan Warung Kopi Klotok di kawasan kampus Universitas Jambi (Unja) Mendalo.

Selama kurang lebih 4 tahun, mengenyam bangku kuliah di kampus ternama Universitas Gadjah Mada (UGM), Ia ingat betul suasana ngopi di Jogja.

Pria lulusan S1 Sosiologi UGM Jogja ini, kagum akan budaya ngopi masyarakat dulunya. Baginya, kebiasaan ngopi orang Indonesia itu jauh dari kata kemewahan.

Baca Juga : Takut Anak Tenggelam Jadilah Saung Haji Robert, Begini Kisah Inspirasi Pengusaha Mestong

“Budaya asli ngopi nya Indonesia itu bang lesehan, tendaan. Merakyat bang, jadi sebisa mungkin saya mengusahakan yang seperti ini,” tukasnya.

Berangkat dari hal itu, Rozen melihat peluang dan pangsa pasar di kawasan pusat kampus, untuk mendirikan warung yang di beri nama Kopi Klotok. Beralamat tepatnya, di komplek ruko Valencia, Mendalo.

“Warung kopi merakyat belum banyak di Jambi, terus kenapa milih warung angkringan gini. Karena, melihat zaman sulit begini kelihatannya harus murah yang penting banyak aja,” imbuhnya.

Kopi Klotok

Sontak mendengar kata klotok mirip dengan bunyi letupan, Rozen sengaja beri nama Warung Kopi Klotok di Jambi. Terinspirasi dari cara tradisional masyatakat Jogja, dalam menyeduhnya.

“Membuatnya itu cara tradisional orang-orang Jawa dulu. Dengan merebus kopi, dan mencampurkan langsung kopi dan gula. Sehingga nanti, ada bunyi klotok-klotok gitu sih bang,” jelasnya.

Baca Juga : Kaget Lihat Wanita di Kamarnya, Pria Ini Lupa Sudah Menikah

Beratapkan tenda di halaman ruko, Ia meletakkan 3 pasang meja dan tempat lesehan. Sajikan berbagai macam makanan, dan minuman ala angkringan. Tampak menyediakan sego kucing, telur puyuh, gorengan. Tidak hanya itu, berbagai macam sate juga ada, sate usus, hati dan ampela

Di samping itu, terlihat juga teko sebagai alat merebus campuran kopi klotok. Serta tungku tanah liat berbahan bakar arang.

Senang Dengan Obrolan Angkringan

Baru 1 bulan berdiri, Pria kelahiran di Pemayung ini merasa senang. Pasalnya warung kopi yang di dirikan nya dekat dengan obrolan-obrolan aktivisme. Hal ini yang membuat Ia rindu dengan Jogja.

Lihat Juga Video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi

“Saya sudah melihat budaya ngopi di Jambi, hari ini sudah mengarah ke sana. Saya sudah melihat itu, suasana obrolan-obrolan hangat ada di sini,” bilangnya sambil tersenyum lebar.

Untuk menghabiskan waktu di Warung Kopi Klotok, tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam. Kisaran harga di mulai dari seribu, hingga sepuluh ribu per bijinya. (Tr01)