https://dinamikajambi.com/2021/02/23/daft-punk-bubar-jadi-trending-twitter-hingga-google-trends/

Daft Punk Bubar, Jadi Trending Twitter Hingga Google Trends

Berita Viral

BERITA VIRALViral dari kemarin hingga hari ini, berita tentang grup duo Daft Punk yang telah bubar, hal ini menjadi Trending Topic di Twitter hingga Google Trends.

Kabar tentang grup Daft Punk bubar yang Trending Topic di Twitter dan Google Trends, hingga saat ini telah mencapai jutaan pembicaraan di jagat maya.

Seperti yang di ketahui, Duo elektronik legendaris asal Prancis, Daft Punk, mengumumkan bubar pada Senin (22/2), setelah bermusik bersama sejak 1993.

Baca Juga : Hadirkan Twentyone, Yuk Saksikan Live Musik Sambil Nyantai di Fellas Cafe And Resto Jambi

Daft Punk mengumumkan keputusan itu, melalui video bertajuk Epilogue yang mereka unggah di YouTube. Dalam video tersebut, terlihat kedua anggota Daft Punk, Thmas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo mengenakan helm dan jaket ciri khas mereka.

Umumkan Bubar

Dalam video tersebut terlihat mereka berjalan di tengah padang pasir, yang awalnya mereka hanya berjalan beriringan. Namun kemudian, salah satu dari mereka berjalan di depan, meninggalkan yang lainnya di belakang.

Selanjutnya anggota yang berjalan di depan itu, sempat menghampiri kembali temannya. Kemudian, rekannya membuka jaket yang bertuliskan Daft Punk yang Ia kenakan.

Setelah jaket di buka, terlihat tombol bom di punggungnya. Rekannya lantas mengaktifkan bom tersebut, hingga akhirnya tubuh salah satu anggota itu meledak.

Lebih lanjut, video yang menunjukkan gambar dua tangan yang membentuk segitiga dengan keterangan ‘1993-2021’ di bawahnya.

Tayangan dengan adegan anggota yang tersisa ini, berjalan ke arah matahari terbenam di iringi lagu Touch karya Daft Punk.

Lihat Juga : Pernah Digaji 450 Ribu, Begini Perjalanan Hidup Maria Anggota DPRD 3 Periode Kota Jambi

Usai video ini di tayangkan, para penggemar mulai bertanya-tanya. Publisis Daft Punk, Kathryn Frazier, akhirnya mengonfirmasi bahwa duo itu bubar, tapi enggan menjabarkan lebih lanjut.

Anggota yang bernama Bangalter dan Homem-Christo, pertama kali bertemu pada pertengahan 1980-an di Paris. Pada 1992, mereka membentuk band rock bernama Darlin’ bersama seorang temannya, bernama Laurent Brancowitz.

Saat itu, Darlin’ merilis satu lagu untuk kompilasi label rekaman Stereolab, Duophonic. Ternyata, lagu itu menuai respons negatif dalam ulasan Melody Maker, yang menyebut mereka ‘a daft punky thrash’.

Mereka akhirnya menggunakan kutipan dalam kalimat ulasan itu, sebagai nama band mereka selanjutnya. Sementara Brancowitz, memilih membentuk band baru yang kini di kenal dengan nama Phoenix.

Daft Punk merilis single pertama mereka, The New Wave, pada 1994, kemudian di tindaklanjuti dengan Da Funk. Lagu itu langsung hit di Eropa dan menjadi landasan mereka untuk merilis album perdana, Homework, pada 1996.

Lihat Juga Video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi

Album tersebut di anggap sebagai salah satu rilisan musik elektronik terbaik di era 1990-an. Sejak saat itu, Daft Punk terus berkarya dan merilis Discovery (2001), Human After All (2005), dan Random Access Memory (2013).

Random Access Memory menuai respons positif dari banyak pihak, sampai-sampai memenangkan lima trofi di Grammy Awards 2014, termasuk Album of the Year dan Record of the Year untuk lagu Get Lucky.

Sumber : cnnindonesia.com