Nasib naas tak dapat di elak Gadis 14 Tahun ini, Ia yang sebelumnya dicekoki Miras lalu digilir oleh 2 orang pria hingga lemas.

Sadis, Usai Dicekoki Miras, Gadis 14 Tahun Ini Digilir Hingga Lemas

Berita Viral Hukrim Nasional

BERITA VIRAL – Nasib naas tak dapat di elak Gadis 14 Tahun ini, Ia yang sebelumnya dicekoki Miras lalu digilir oleh 2 orang pria hingga lemas.

Parahnya, setelah di gasak anak dibawah umur yang masih telanjang ini pun di foto, kemudian di simpan.

Baca juga : PT Jalan Emas Persada Klaim Kantongi Izin, PTSP Sebut Belum Lengkap

Namun siapa sangka, foto tersebut begitu cepat menyebar hingga di ketahui oleh ayah korban. Dari situlah, peristiwa gadis 14 tahun yang digilir sampai lemas ini terungkap.

Seperti di ketahui, hadis remaja berusia 14 tahun di perkosa secara bergilir oleh dua pria. Korban sebelumnya di cekoki minuman keras (miras).

Koban di ketahui asal Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kala itu, Ia di paksa menenggak miras dan digilir oleh dua temannya sendiri, yang berinisial F (14) dan M (15). Keduanya asal Kecamatan Astanajapura.

Berdasarkan informasi yang di himpun, peristiwa itu terjadi pada Jumat siang lalu (12/2). Kedua pelaku mengajak korban nongkrong di salah satu lokasi, di Kecamatan Astanajapura.

Ternyata korban di laksa ikut minum miras. Setelah mabuk, F dan M mulai berbuat cabul. Korban pun di bawa ke rumah F yang saat itu kosong.

Di sanalah, korban di gilir. Di mana, gadis malang yang dalam kondisi tak berpakaian pun, di foto oleh pelaku. Siapa sangka foto tersebut kemudian menyebar cepat.

Foto itu sampai kepada ayah korban. Ia sangat murka melihat putrinya di perlakukan tidak senonoh.

Ayah korban, kemudian bergegas pulang dan menanyakan pada istrinya.

Namun, putrinya ternyata belum pulang. Orangtua kemudian membawa kakak korban, untuk melakukan pencarian.

Saat Ayahnya Mencari Sang Anak

Saat di telusuri, ternyata di rumah F. Sayangnya sampai lokasi korban tidak ada.

Menurut keterangan saksi, korban di antarkan pulang oleh M ke rumahnya. Ayah korban langsung pulang. Sampai di rumah, Ia pun meminta korban menerangkan kejadian tersebut.

Namun, korban sendiri tidak mau mengakuinya. Karena takut dengan ayahnya. Keluarga pun berusaha bersabar.

Setelah di dekati secara baik-baik, korban akhirnya mau menceritakan semuanya. Dari pengakuan itulah, orang tua korban mendatangi Polresta Cirebon dan melaporkan kejadian itu, Senin (15/2).

Aparat desa setempat, D, membenarkan adanya pencabulan yang korbannya ialah warganya. Namun, Ia tak tahu secara jelas peristiwa tersebut.

“Memang ada, saya dengar. Cuma kronologinya tidak tahu. Yang bantu mengurus mandor,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi, melalui Wakasat Reskrim Iptu Triyono Raharja, mengaku sudah menerima pengaduan masyarakat soal perkara tersebut. Laporannya baru di terima.

“Iya, kasus itu laporannya baru di terima. Masih kami tindaklanjuti,” kata Iptu Triyono.

 

SumberJpnn.com