Persoalan perizinan perumahan Svarga Bumi Village, hingga saat masih dalam proses. PT Jalan Emas Persada Klaim sudah kantongi izin, namun PTSP Muaro Jambi sebut belum lengkap.

PT Jalan Emas Persada Klaim Kantongi Izin, PTSP Sebut Belum Lengkap

Berita Bisnis Berita Jambi

BERITA MUARO JAMBI – Persoalan perizinan perumahan Svarga Bumi Village, hingga saat masih dalam proses. PT Jalan Emas Persada Klaim sudah kantongi izin, namun PTSP Muaro Jambi sebut belum lengkap.

Hal ini di sampaikan Alfian Fahmi, Kabid Perizinan dan Pelayanan PTSP Muaro Jambi, saat di konfirmasi Dinamikajambi.com pada Jum’at (19/02/2021).

Baca juga : Serobot Lahan Pesantren, Perumahan PT Jalan Emas Persada di Sungai Bertam Belum Kantongi Izin

Berita lain : Alamak, Perumahan di Jaluko Diduga Serobot Lahan Pondok Pesantren?

Sebelumnya di ketahui, Rokin selaku pemilik PT Jalan Emas Persada, yang saat ini melakukan pembangunan Perumahan Svarga Bumi Village, di kawasan Desa Sungai Bertam Kecamatan Jaluko Muaro Jambi klaim sudah kantongi izin.

Sebagaimana sebelumnya, saat perumahan tersebut mulai di garap, bahkan sudah ada pembangunan hingga sebagian konsumen, sudah ada yang memesan rumah yang kini di garap Rokin dan kawan-kawan itu.

Namun, pada saat proses penggarapan lahan hingga pembangunan unit rumah, di perumahan tersebut ternyata belum kantongi izin secara lengkap.

Rokin, Komisaris PT Jalan Emas Persada ini pun klaim bahwa perusahaannya sudah kantongi izin.

Belum Punya Izin, Tapi Sudah Bangun

Ia mengakui bahwa saat itu memang belum punya izin, dengan dalih ada penyesuaian di notaris. Klaimnya, masih dalam proses perubahan Menu dalam akta notaris PT tersebut.

“Dalam pemberitaan sebelumnya, di ada dugaan belum kantongi izin. Saya akui, tapi saya jelaskan dengan alasan, karena saat itu, akta perusahaan kami ini sedang di proses di Notaris. Ada penyesuaian KBLI,” terangnya pada Dinamikajambi.com belum lama ini.

Selanjutnya, Ia menambahkan penyesuaian KBLI itu baru terbit SK dari Kemenkumham nya itu, pada tanggal 5 February 2021 kemarin.

“Itu kan namanya administrasi. setelah administrasi ini lengkap, baru mengarah pada perizinan,” tambahnya.

Bilangnya, setelah itu baru mereka melakukan perizinan melalui warga, desa, kecamatan. Selanjutnya baru ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Dan itu di terima dengan baik. Itu sudah jadi per tanggal kemarin, tanggal 16 Februari 2021,” klaimnya.

Pun demikian, saat di konfirmasi kepada pihak PTSP Muaro Jambi, soal perizinan PT Jalan Emas Persada tersebut belum selesai masih dalam proses.

Seperti yang di sampaikan Alfian, bahwa perizinan PT Jalan Emas Persada ini, belum selesai dan masih dalam proses di PTSP.

“Untuk jalan Emas, proses nya masih on Proses di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP/red). Tinggal nanti ada kekurangan bahan, mungkin akan kita suruh update melalui Kasi saya,” paparnya.

Ia juga mengatakan, bahwa untuk perizinan yang lain, seperti Tata Ruang itu juga masih dalam proses.

“Tata ruang juga masih dalam on proses juga,” ungkapnya.

Di Perkim Juga Belum

Selain itu, untuk perizinan di Dinas Perumahan dan Pemukiman, juga di duga belum selesai, karena masih menunggu tahapan di Tata Ruang dan PTSP dulu.

Itu artinya, Izin PT Jalan Emas Persada tersebut, belum menyelesaikan perizinannya alias belum kantongi izin secara lengkap.

Sementara itu, di lokasi perumahan sendiri sudah di lakukan penggusuran, pembangunan. Bahkan sudah ada yang boking, perumahan bernuansa Vila tersebut.

Lalu apakah boleh melakukan pengerjaan hingga pembangunan unit rumah di lokasi perumahan, sedangkan secara perizinannya belum lengkap? Ini masih akan kami telusuri.

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

Baca juga : Polemik Perumahan Svarga Bumi Village, PTSP Muaro Jambi Tinjau Ke Lokasi

Berita lainnya : Heboh Perumahan Jalan Emas Persada, DLH Muaro Jambi Langsung Respon

Untuk di ketahui, lahan perumahan yang di garap PT Jalan Emas Persada ini juga di duga bersangketa dengan lahan pesantren, dari pihak penjualnya. Atas karena itu, lahan yang mulanya di beli seluas kurang lebih 12 hektar, di potong menjadi sekitar 11, 35 hektar.

Hal ini karena, sebagian lahan tersebut tidak jadi di beli dari pihak penjual, yang tak lain adalah Kades Sungai Bertam, Muhammad Gulan. (Red)