Alamak, Perumahan di Jaluko Diduga Serobot Lahan Pondok Pesantren?

Berita Bisnis Hukrim

BERITA BISNIS – Pembangunan perumahan bernuansa vila dengan berbahan kayu di Desa Sungai Bertam, Kecamatan Jaluko mengantongi masalah. Selain di duga belum kantongi izin, perumahan di Jaluko ini konon serobot lahan pondok pesantren?

Terkait hal ini, Dinamika Jambi mengkonfirmasi Arif, Marketing Jalan Emas Persada, pengembang dari perumahan kawasan Jaluko, yang di duga serobot lahan pesantren itu. Bilang Arif, perumahan itu dengan konsep vila berikut taman Jurassic Park dan tempat bermain.

Pengakuan Arif, perumahan yang sudah di buatkan brosur itu, sudah ada peminatnya. Ada 300 unit rumah yang akan di bangun di atas lahan 13 hektar.

Baca Juga : Hadir di Jambi, Perumahan Bernuansa Pedesaan, Fasilitas Kota

Baca Juga : Polemik Perumahan Svarga Bumi Village, PTSP Muaro Jambi Tinjau Ke Lokasi

Kemudian, Ia juga menjelaskan sengaja memilih Desa Sungai Bertam karena nanti desa tersebut akan menjadi pintasan jalan Tol.

“Nantinya untuk masuk tol lewat sini, jadi ya buat di sini, untuk pengembangan lah kan,” paparnya.

Disinggung soal perijinan perumahan yang bakal di lengkapi kolam renang itu, Arif mengakuinya.

Sekarang sudah masuk perizinan Minggu kemarin, lagi proses saat ini,” bebernya.

Menurutnya, izin perumahan ini tidak bisa langsung jadi begitu saja. Harus ada proses bertahap dari BPN, PTSP, Dinas Perkim, DLH dan sebagainya.

Baca Juga : Gali Jalan Perumahan Mendalo Residence, Ini Penjelasan Rahman Lapor Polres

Baca Juga : PT Jalan Emas Persada Klaim Kantongi Izin, PTSP Sebut Belum Lengkap

“Masyarakat setuju sebelumnya sudah di sosialisasikan oleh Kepala Desa,” terangnya.

Perumahan Jaluko Serobot Pesantren?

Ia juga menceritakan, bahwa lahan perumahan tersebut tadinya milik Kepala Desa Sungai Bertam, Muhammad Gulam.

“Tanah asalnya adalah milik Kades, seluas 13 hektar, yang berbatasan dengan pondok pesantren,” pungkasnya.

Terkait hal itu, benarkah lahan perumahan serobot tanah pondok pesantren? Informasi yang di himpun, sekira 1 hektar lahan pesantren di serobot. Benarkah? Mengenai hal ini, Arif enggan berkomentar banyak.

Lihat Juga Video : Di tengah Perjalanan, Bupati Setir Mobil Sendiri

Bilangnya, apapun yang menyangkut soal perumahan tersebut sudah menjadi tanggung jawab kades selaku pemilik tanah yang mereka beli.

“Kalau ada apa apa kades tu lah yang nyelesain, kami terima bersih,” bebernya.