Prahara kehidupan, selalu menjadi proses yang hadapi setiap insan dalam meraih yang ingin mereka capai. Tak peduli gelombang atau pun badai, jika di jalani dengan niat yang tulus, gerbang kesuksesan pun akan terasa berada di depan sang para pejuang sejati. Termasuk kisah perjalanan Hasren Purja Sakti, pria asal Jangkat Kabupaten Merangin sebelum Ia duduk di kursi empuk wakil rakyat di Bumi Tali Undang Tambang Teliti tersebut.

Mantan Bupati Diragukan Keluarganya, Begini Kisah Hasren Purja Sakti Menuju DPRD Merangin

Berita Jambi Berita Politik

BERITA JAMBI – Prahara kehidupan, selalu menjadi proses yang hadapi setiap insan dalam meraih yang ingin mereka capai. Tak peduli gelombang atau pun badai, jika di jalani dengan niat yang tulus, gerbang kesuksesan pun akan terasa berada di depan sang para pejuang sejati. Termasuk kisah perjalanan Hasren Purja Sakti, pria asal Jangkat Kabupaten Merangin sebelum Ia duduk di kursi empuk wakil rakyat di Bumi Tali Undang Tambang Teliti tersebut.

Seperti di ketahui, saat ini siapa yang tidak mengenal Hasren, seorang politisi Partai Perindo yang kini duduk sebagai anggota Legislatif Kabupaten Merangin periode 2019-2024 ini. Sejak di lantik beberapa waktu lalu, bisa jadi Ia begitu dikenal. Paling tidak, masyarakat Merangin khususnya masyarakat Jangkat, kini sudah mengenal beliau.

Baca Juga : Dicemooh Warga Kampungnya, Berikut Kisah Amka Al Islami, YouTuber Merangin

Lantas, bagaimana Hasren yang dulu? Apakah dia juga di kenal banyak orang seperti sekarang, duduk di kursi DPRD Kabupaten Merangin? Belum tentu, mungkin hanya segelintir. Lalu, siapa yang tahu, seperti apa Hasren dulu ?

Ternyata dulu pemuda asal Jangkat ini, pernah berkecimpung di dunia pers. Ia pernah menjadi salah satu jurnalis di media ternama waktu itu, MataJambi.com yang bermarkas di Kabupaten Merangin.

Selain itu, Ia juga ternyata pernah menjadi marketing perumahan. Lalu bagaimana kisah pria bernama lengkap Hasren Purja Sakti, sebelum menjadi anggota dewan Merangin ini? Yuk, lihat ulasan selengkapnya.

Awal Mula Perjalanan Hasren

Saat di temui Dinamikajambi.com, Selasa malam (19/01/21) Politisi Partai Perindo ini menjelaskan, bahwa sebelum menjadi wakil rakyat, Ia bukanlah siapa-siapa.

Kala itu, Ia nekat mencalonkan diri pada Pileg tahun 2019 lalu di Merangin, yakni bermula dari kegemarannya berdiskusi yang selanjutnya berkembang sekaligus berkecimpung di berbagai organisasi.

“Karena senang berorganisasi dan berdiskusi, makanya ketika masuk kuliah, kita sudah masuk organisasi-organisasi. Jadi kesenangan ini bukan muncul di saat mau nyalon saja, tapi sudah lama dari dulu,” katanya.

Selain itu, Ia juga berprinsip bahwa segala sesuatu yang kita lakukan akan di katakan berhasil, jika kita mencintai atau menyenangi sesuatu tersebut terlebih dahulu. Itu artinya, bilang Hasren cintai apa yang kamu lakukan, besar kemungkinan hal itu akan membuat kamu menjadi lebih baik.

Selanjutnya, apakah ada sosok lain yang membuat wakil rakyat termuda di Merangin ini termotivasi, lalu muncul ide ingin mencalonkan diri?

Hasren pun menepis hal itu, karena baginya jika seseorang ingin sukses, maka orang tersebut harus mencari jati dirinya terlebih dahulu. Dengan begitu, nantinya akan muncul pola pikir dan langkah kongkrit, yang di lahirkan dari potensi yang ada pada diri seseorang tersebut.

“Jadi kita harus cinta dulu dengan pekerjaan kita itu. Dan saya cinta dengan pekerjaan saya, cinta akan politik dan berdiskusi. Misalnya dengan berdebat ini, sampai besok pagi pun saya siap,” imbuhnya.

Atas dasar cinta terhadap organisasi dan berdiskusi ini lah, muncul pemikiran Hasren untuk mencalonkan diri sebagai calon Legislatif di Kabupaten Merangin tahun  2019 lalu.

“Setelah saya mencintai apa yang saya lakukan saat itu, baru mulai mencari endingnya, kemana langkah saya selanjutnya. Dulu di organisasi saya endingnya demo. Nah sekarang endingnya kemana, setelah saya pikir-pikir lagi, berarti larinya ke Legislatif,” ungkapnya.

Langkah Selanjutnya Setelah Memutuskan Ikut Kontestasi Pileg Merangin

Langkah Mantan Bupati jurusan Ekonomi dan Managemen Universitas Muaro Bungo (UMB) ini, ternyata tak sampai di situ saja. Banyak hal yang di lakukan lagi, setelah memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif kala itu. Mulai dari mencari Partai Politik, modal, hingga mensosialisasikan diri kepada masyarakat.

“Ketika memutuskan untuk mencalonkan diri, saya di tempatkan di posisi yang sangat sulit. Di satu sisi saya memang cinta dengan organisasi, berdiskusi dan sebagainya. Dan saya juga menyadari dan tidak bisa di pungkiri, bahwa untuk mencalonkan diri itu butuh operasional yang besar. Apalagi saat itu, saya tidak punya apa-apa, mulai dari materi, dan fasilitas operasional lainnya,” terangnya dengan raut wajah, seakan masih berada di kondisi sebelum duduk di kursi empuk wakil rakyat saat ini.

Dilema

Tak ayal, situasi ini pun membuat Pria yang terinspirasi dari aktifis Pena 98 Adian Napitupulu itu di buat dilema yang berkepanjangan. Betapa tidak, di lahirkan dan di besarkan dari keluarga yang sederhana, banyak tetesan keringat yang harus di keluarkan, untuk mencapai ke titik seperti saat ini. Mulai dari meyakini pihak keluarga, sebagai gerbang utama menuju langkah selanjutnya sebagai calon legislatif hingga sisi lainnya.

Namun hal itu harus tetap Ia jalani, karena prinsipnya adalah apa yang sudah ia mulai, harus di akhirnya. Kalah menang, itu adalah bonus yang akan Dia terima nanti, yang terpenting saat itu dia harus berjuang maksimal.

“Pada saat itu, saya harus meyakinkan keluarga terlebih dahulu, karena mereka tidak ada satu pun yang yakin pada saya. Kenapa, ini juga di dasari dengan finansial saya, yang di memang tidak punya apa-apa. Jadi saat itu semua orang di buat kaget,” paparnya.

Prahara kehidupan, selalu menjadi proses yang hadapi setiap insan dalam meraih yang ingin mereka capai. Tak peduli gelombang atau pun badai, jika di jalani dengan niat yang tulus, gerbang kusuksesan pun akan terasa berada di kening mereka sang para pejuang sejati. Termasuk kisah perjalanan Hasren Purja Sakti, pria asal Jangkat Kabupaten Merangin sebelum Ia duduk di kursi empuk wakil rakyat di Bumi Tali Undang Tambang Teliti tersebut.
Hasren Saat Diskusi Dengan Mahasiswa di Jambi

Begitupun, hal serupa terjadi saat Ia mulai melangkah ke tengah masyarakat untuk meyakinkan, bahwa dirinya ingin maju di Pileg 2019 kemarin. Lagi-lagi, penolakan pun terjadi pada Hasren. Lahir dan di besarkan dari keluarga yang tak punya, kembali membuatnya tertampar. Namun tidak untuk menyerah, akan tetapi hal itu menjadi motivasi baginya, untuk berjuang lebih keras lagi.

Selain tak yakin dengan modal, Hasren di ragukan untuk di pilih lantaran kurang di kenal dan berinteraksi. Hal ini lantaran Ia menghabiskan masa sekolah dan kuliah di luar. Ia hanya pulang saat liburan tiba.

Temui Titik Terang

Siapa sangka, atas tekat dan keyakinannya yang kuat bahwa Tuhan tidak akan membiarkannya umatnya berjuang sendiri dengan niat yang tulus, akhirnya di berikanlah ia petunjuk. Hasren pun ikut di kontestasi Pemilihan Legislatif di Kabupaten Merangin, pada tahun 2019 dari Dapil IV.

Beruntungnya, Ia pun akhirnya dapat bantuan finansial dari sahabat sekaligus bosnya. Di mana, niatnya yang tulus dan tekat kuatnya, menarik hati sang pimpinan.

Lihat Juga Video : Jelang Tahun Baru, Gugus Tugas Sisir Cafe di Kota Jambi

“Padahal orang itu tidak ada sedikit pun hubungan darah, hanya sebatas teman sekaligus atasan dan bawahannya kerja saja,” bebernya.

Ia pun akhirnya menjadi anggota legislatif terpilih, dan di lantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Merangin Periode 2019-2024, dari partai Perindo. Kini, Hasren pun sudah duduk dan berupaya menepati janjinya, untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di gedung DPRD tersebut.

“Walaupun banyak yang tidak yakin dengan kita, tapi Tuhan belum tentu. Makanya, saya bilang tadi, tanamkan dulu baru kita yakinkan dengan Tuhan. Yakinlah, bahwa Allah itu akan menunjukkan jalannya. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin, jika Allah sudah berkehendak,” jelasnya dengan penuh semangat dan rasa syukur. (Nrs)