Gas Elpiji merupakan salah satu bahan kebutuhan pokok bagi semua orang, yang kini sangat sulit untuk di dapatkan oleh masyarakat di Tanjabbar, Sabtu (16/01/2021).

Gas Elpiji di Tanjabbar Mulai Langka, Diskoperindag Ajukan Penambahan

Berita Jambi

BERITA TANJABBAR  – Gas elpiji merupakan salah satu bahan kebutuhan pokok bagi semua orang, yang kini sangat sulit untuk di dapatkan oleh masyarakat di Tanjabbar, Sabtu (16/01/2021).

Dalam menghadapi Gas elpiji di Tanjabbar yang mulai langka ini, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Dinas Koperindag) setempat, akan mengajukan penambahan kouta gas elpiji 3 kilogram. Atau gas melon kepada pemain.

Baca Juga : Lepas Pekerjaan Dengan Gaji 25 Juta, H Rizal Buka Bisnis Sampah di Jambi

Sementara itu di ketahui, penambahan ini untuk menyikapi kelangkaan gas melon selama tahun 2020 lalu yang sering terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

Selanjutnya, di ungkapkan oleh kadis Diskoperindag Tanjabbar Syafriwan. Ia menyebutkan bahwa, pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, akan mengajukan tambahan kuota sebesar 10 persen pada tahun 2021 ini.

“Kuota tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram untuk Tanjabbar sebelumnya 2.200.025 tabung. Jadi, kita usulkan naik 10 persen dari kuota yang ada pada tahun 2020,” kata Syafriwan.

Kemudian Ia juga mengatakan bahwa, untuk pengajuan tersebut pihaknya hingga saat ini belum mendapat undangan resmi. Hal tersebut, untuk penetapan tambahan kuota gas elpiji 3 kilogram yang akan di rapatkan dari pihak Provinsi.

Lihat Juga Video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi

“Biasanya setiap akhir atau awal tahun, kita sudah dapat undangan untuk rapat masalah penetapan kuota gas, mungkin karena covid 19. Apakah dari usulan kita langsung di putuskan di Provinsi kita, masih kurang tau,” ungkapnya. (hry)