Angin segar terus berhembus ke masyarakat Jambi, khususnya petani sawit. Hampir 3 pekan di bulan januari 2021 ini, harga sawit terus menguat.

Terus Menguat di Januari 2021, Berikut Harga Sawit Pekan Ini

Berita Bisnis

BERITA BISNIS – Angin segar terus berhembus ke masyarakat Jambi, khususnya petani sawit. Hal tersebut di karenakan, hampir 3 pekan di bulan Januari 2021 ini, harga sawit terus menguat.

Hal ini di ketahui, berdasarkan  hasil rapat penetapan harga TBS sawit yang di lakukan Dinas Perkebunan di Provinsi Jambi, Kamis (14/01/2021).

Selanjutnya juga di ketahui, dari hasil rapat tersebut harga sawit Jambi periode 15 sampai 21 Januari 2021, naik sebesar Rp. 111,76 per kilogram.

Baca juga : Lagi, Harga Sawit di Jambi Terus Menguat, Berikut Rinciannya

Di samping itu, rapat ini juga di hadiri oleh piha-pihak terkait Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi.

Seperti yang di sampaikan Agus Rizal selakuKepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi saat di konfirmasi awak media ini sekitar pukul 17.00 Wib melalui selulernya.

Agus mengatakan bahwa, harga sawit pekan ini naik sebesar Rp. 111,76 per kilogram. Harga ini, di bandingkan dengan dari periode yang lalu.

“Untuk harga harga rata-rata CPO sendiri mencapai Rp. 9.700,82 di bandingkan pekan lalu yang sebesar Rp 9.237,32 per kilogramnya,” jelasnya.

Lihat Juga : Seorang Pria di Jambi Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Ini Kata Polisi

Sedangkan, untuk harga rata-rata inti sawit sendiri  sebesar Rp. 6.157,35 dengan indeks K  92,58 persen.

Untuk di ketahui, harga yang di tetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi ini, hanya berlaku bagi petani yang sudah membentuk kemitraan. Sedangkan untuk petani swadaya yang belum bermitra, tergantung kemana dan bagaimana cara menjualnya.

Untuk itu, Ia berpesan kepada petani sawit yang ada di Provinsi Jambi, agar membentuk kelompok tani atau kemitraan. Hal ini agar mereka memperoleh harga yang lebih baik sesuai yang di tetapkan oleh pemerintah.

“Kami selalu menghimbau pada petani, agar bermitra atau membentuk kelembagaan kelompok tani. Kalau ada kelompok tani kan, harganya sesuai dengan yang di tetapkan pemerintah. Kalau di jual sendiri, harga tergantung oleh tengkulak,” pungkasnya.