Kali ini, kabar mengejutkan datang dari pesawat Lion Air, hal ini lantaran pesawat tersebut gagal landing atau mendarat sesuai tujuannya.

Sriwijaya Masih Berduka, Giliran Lion Air Gagal Landing

Nasional

BERITA NASIONAL – Ketika dunia penerbangan masih dalam keadaan berduka oleh maskapai Sriwijaya Air. Kali ini, kabar mengejutkan datang dari pesawat Lion Air, hal ini lantaran pesawat tersebut gagal landing atau mendarat sesuai tujuannya.

Selain Lion Air, askapai Garuda Indonesia Juga gagal landing sesuai dengan tujuan awalnya. Di ketahui, kedua maskapai tersebut memiliki tujuan Pontianak.

Melansir dari Suara.com, alasan kedua pesawat ini gagal landing di Bandara Internasional Supadio Pontianak, lantaran cuaca buruk.

Kedua pesawat Boeing 737-86N dan Boeing 738-8GP rute Jakarta-Pontianak ini akhirnya di alihkan ke bandara lain setelah sempat holding di udara Bumi Khatulistiwa ini.

Baca juga : Kilas Balik, Kecelakaan Pesawat di Tanah Air Sebelum Sriwijaya Air SJ182 Jatuh

Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura (AP) II Pontianak Eri Braliantoro menerangkan, tindakan divert di lakukan karena faktor cuaca buruk.

“Karena faktor cuaca ada pesawat Lion di alihkan ke Batam. Sedangkan Garuda ke Palembang,” jelasnya saat di temui di Posko Crisis Center Sriwijaya Air SJ-182 Pontianak, Rabu petang.

Pengalihan Landing Hal Lumrah

Ia menerangkan, pesawat Lion Air dengan nomor Penerbangam JT 684 di alihkan ke Batam pada pukul 14.20 WIB. Sedangkan, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 504 di alihkan ke Palembang pada pukul 15.02 WIB.

“Dalam hal ini pengalihan maupun RTB (return to base) adalah hal yang lumrah. Karena apa, karena mengutamakan faktor keselamatan penerbangan,” jelas Eri.

Selain Lion dan Garuda, pesawat Sriwijaya Air pun sempat mengalami cuaca buruk. Namun, berhasil landing karena cuaca sempat cerah sedikit. “Feasibility memenuhi standar jadi sempat landing,” kata Eri.

Kemudian, pada pukul 17.40 WIB, terpantau pesawat Batik Air masih holding. Batik Air akan mengambil keputusan ketika sudah tidak memungkinkan dan cuaca di bandara tujuan masih buruk. Bisa dengan melakukan pengalihan landing.

Lihat Lainnya : Gegerkan Warga, Seorang Gadis Belia di Tanjabbar Meninggal Usai Makan Bubur

“Jadi, hari ini yang divert ada dua pesawat, Lion dan Garuda, akibat cuaca. Cuaca itu kan ada beberapa faktor. Ada faktor angin, faktor feasibility, jarak pandang yang memang di bawah standar penerbangan,” jelasnya.

Dunia penerbangan, kata Eri, mengacu pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui kondisi cuaca. Jika di lihat secara visual, susah untuk di nilai.

“Nah, hasil dari BMKG inilah yang akan di teruskan ke Air Traffic Controller (ATC) atau pilot. Untuk mereka mengambil keputusan landing atau pengalihan mendarat,” tutupnya.

Untuk di ketahui, holding adalah suatu hal yang di lakukan untuk menunda sebuah pesawat yang sedang terbang.

Sedangkan divert merupakan pengalihan pendaratan ke bandara terdekat, yang terjadi akibat cuaca buruk. Sehingga, pesawat tidak memungkinkan untuk mendarat di tempat tujuan.